"Aku belum baca-baca, tapi yang jelas ini bisnis yang baru. Harga emas lagi rendah, tapi kenapa dia (bos Medco) akuisisi Newmont. Harga saham pun tadi cenderung naik 25 persen, tapi tadi berkurang lagi, ini menjebak," ungkap Satrio, kepada Metrotvnews.com, Kamis (26/11/2015).
Satrio menekankan asal muasal pendanaan akuisisi 76 persen saham (setara USD2,2 miliar) belum jelas. Alhasil pelaku pasar masih belum merespons positif akuisisi tersebut.
"Tapi yang jelas, dia mau akuisisi untuk meningkatkan pendapatan, cuma apakah bisa meningkatkan laba atau tidak, harusnya itu dipertanyakan, lantaran kedua perusahaan memiliki kedua sektor yang berbeda," jelas dia.
Dia memprediksi akuisisi itu akibat keresahan Newmont yang diharuskan pemerintah membangun smelter di negeri ini. Sehingga, pemegang saham Newmont sudah tidak mau tahu ketentuan yang ada.
"Newmont tidak nyaman dan kemudian wajar jika diambil alih oleh pengusaha. Fenomena ini sama ketika saham-saham KCP dan Arutmin dijual ke Bakrie. Perusahaan asing yang tidak nyaman melepasnya ke pengusaha lokal," tegas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News