"Itu sebetulnya tidak demikian, karena bagaimana pun perusahaan industri, kita menang persaingan melalui produk development dan meningkatkan produktivitas," kata dia dalam sebuah diskusi di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2/2016).
Mantan Menteri Perdagangan ini menambahkan, biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi lampu LED sendiri sudah menyamai produk lampu yang lebih ramah lingkungan. Sebab itu, Panasonic melakukan restrukturisasi agar lebih bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya.
"Karena biaya untuk lampu yang LED itu sudah mendekati yang model baru, makanya kita restrukturisasi agar lebih baik, lebih efisien. Dari tiga pabrik jadi dua pabrik karena lebih efisien apalagi menghadapi persaingan dalam era MEA seperti sekarang ini," jelas dia.
Sebelumnya, Presiden Direktur Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Ichiro Suganuma mengatakan kondisi pasar yang tidak memungkinkan membuat PT Panasonic Lighting Indonesia (PESLID) merestrukturisasi perusahaan dengan mengurangi karyawan pada Agustus 2015 silam, dari 600 orang karyawan menjadi 170 orang. Ini berarti PESLID telah mengurangi sebanyak 430 karyawan.
Aksi ini dilakukan sebelum PESLID digabungkan dengan PT Panasonic Gobel Eco Solution Manufacturing Indonesia (PESGMFID) pada 1 Januari 2016. Akibat dari penggabungan ini PESGMFID menutup satu pabriknya dan kini hanya memiliki dua pabrik, yakni di Pasuruan-Jawa Timur dan Cileungsi-Bogor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News