Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Pemerintah Antisipasi Alih Fungsi 7,1 Juta Ha Lawah Sawah

Eko Nordiansyah • 17 Oktober 2019 09:43
Jakarta: Pemerintah akan mempertahankan sebanyak 7,1 juta hektare (Ha) lahan sawah yang terancam dialihfungsikan. Sejumlah kementerian terkait sudah diminta Presiden Joko Widodo menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah alih fungsi dari lahan sawah tersebut.
 
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengatakan langkah ini dilakukan setelah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah.
 
"Perpres sudah keluar sebulan lalu memerintahkan menteri untuk mengambil tindakan dalam rangka penyelamatan lahan sawah," kata dia ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Oktober 2019.
Menurut Sofyan, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah dengan menerbitkan peta sawah. Ini akan menjadi tugas dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Dirinya menambahkan, ketersediaan peta yang memadai akan membantu pemerintah melakukan pemeriksaan lahan sawah baru.
 
"Kedua dalam tata ruang itu nanti kita akan wajibkan harus ada data spasialnya yang mana sawah yang akan diselamatkan. Masalah insentif, karena kalau kita kunci tanah orang tidak boleh digunakan kecuali untuk sawah, harus ada insentif," jelas dia.
 
Tak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan insentif bagi para pemilik lahan agar sawahnya tidak dialihfungsi untuk hal-hal lain. Namun pembahasan insentif maupun sanksi akan dilakukan dalam rapat selanjutnya.
 
"Kemudian, tentang bagaimana misalnya karena persaingan antara pangan dengan industri, ada rule base-nya bagaimana karena kalau kita perlu bangun industri dan itu kadang-kadang harus dia korbankan sawah bagaimana rule base-nya dan lain-lain," pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif