Biodiesel. Foto : Medcom/Desi Angriani.
Biodiesel. Foto : Medcom/Desi Angriani.

Bea Masuk Biodiesel Naik 18%, Indonesia Laporkan Uni Eropa ke WTO

Ekonomi kelapa sawit wto
Desi Angriani • 11 Desember 2019 21:32
Jakarta: Pemerintah keberatan dengan pengenaan tarif bea masuk impor atas produk biodiesel dari Indonesia hingga 18 persen. Keberatan tersebut akan dilaporkan ke organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO).
 
"Tentu pasti akan berproses. Ada yang melalui WTO dan juga komplain yang lain," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Airlangga mengungkapkan protes tersebut juga akan disampaikan dalam perundingan Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Aggreement (IEU-CEPA). Sebab, pengenaan tarif bea masuk itu sebagai tindakan perlawanan dari UE atas subsidi yang dinilai tidak adil.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya tentu jadi bagian yang disampaikan. Kan enggak bisa mereka mengambil kebijakan semacam itu," ungkap dia.
 
Meski demikian, pengenaan tarif bea masuk impor atas produk biodiesel tidak akan berdampak terlalu besar bagi Indonesia. Pasalnya, ekspor produk biodiesel ke Uni Eropa relatif kecil. Apalagi pemerintah terus mendorong perluasan mandatori B30 untuk kebutuhan bahan bakar dalam negeri.
 
"Kalau ekspor dalam bentuk CPO kan enggak ada masalah. tapi itu bukan buat bahan bakar. Kita kan sudah sangat kurang ekspornya biodiesel," pungkas dia.
 
Setelah penyelidikan terhadap tuduhan subsidi biodiesel yang dilakukan Indonesia, Komisi Uni Eropa akhirnya menetapkan tarif bea masuk biodiesel sebesar 8-18 persen, besaran yang sama dengan tarif sementara yang diusulkan UE pada Agustus 2019.
 
Komisi Eropa memperkirakan pasar biodiesel di UE mencapai sembilan miliar euro atau sekitar USD10 miliar. Sementara Indonesia mendapat andil sebesar 400 juta euro.
 

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif