Ilustrasi petani sedang mencangkul sawah. Foto: dok MI/Palce Amalo.
Ilustrasi petani sedang mencangkul sawah. Foto: dok MI/Palce Amalo.

Mendag Pastikan Impor Cangkul Utuh Ilegal

Ekonomi kementerian perdagangan Impor Cangkul
Ilham wibowo • 13 November 2019 13:01
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan regulasi impor produk cangkul secara utuh. Izin impor hanya diberikan untuk alat pertanian dalam bentuk lembaran baja.
 
Menurut Agus, regulasinya telah tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 30/2018 tentang Impor Perkakas Tangan yang mengatur tidak memperbolehkan impor perkakas tangan kecuali dalam bentuk setengah jadi. Pihak yang melakukan aktivitas selain ketetapan tersebut dianggap melakukan pelanggaran yang menjadi ranah penegak hukum.
 
"Itu kan tingkat aparatur, kami ini hanya melihat pendekatan kebijakan dan kebijakan cangkul itu jelas ada aturannya. Apabila importir mempunyai izin, itu harusnya tidak dalam keadaan utuh," kata Agus ditemui di Kompleks perkantoran Kemendag, Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus telah meminta tim dari Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) untuk melakukan investasi secara utuh. Importir resmi yang kedapatan melakukan tindakan pelanggaran pun bakal segera ditindak tegas.
 
"Apabila ada yang melanggar ya kami cabut. Izin yang melanggar itu akan kami cabut, izin usahanya yang berkaitan dengan kami," tegasnya.
 
Sejauh ini, hasil investigasi telah mengerucut pada temuan ribuan cangkul yang diimpor utuh dari Tiongkok di Surabaya dan Tangerang. Penyelidikan masih berlangsung, diduga lolosnya impor cangkul utuh tersebut lantaran lemahnya pengawasan di kawasan post border.
 
"Ini belum ada laporan detail, sementara pada prinsipnya itu tidak bisa diimpor secara utuh karena cangkul ini bisa kita produksi di dalam negeri," pungkasnya.
 
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah impor cangkul sebanyak 505,5 ton dengan nilai USD330,03 ribu sejak 2015 hingga September 2019. Dari total berat impor cangkul itu yang berasal dari Jepang hanya tujuh kilogram dengan nilai USD65 dan sisanya dari Tiongkok.
 
Presiden Joko Widodo geram masih banyak impor dalam pengadaan barang dan jasa. Jokowi meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) memanfaatkan industri dalam negeri yang sudah berkembang pesat.
 
"Apakah negara kita yang sebesar ini industrinya sudah berkembang, pacul dan cangkul harus impor? Tolong didesain, ini baru satu barang," kata Jokowi saat memberi sambutan dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Barang dan Jasa Pemerintah 2019 di JCC, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
 
Jokowi mengakui beberapa barang impor lebih murah. Namun, lapangan kerja bisa hilang bila keran impor terus dibuka.
 
"Saya minta kepala LKPP memprioritaskan produk dengan komponen lokal yang sangat tinggi agar didahulukan. Persulit barang impar impor itu," tegas dia.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif