Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey. Medcom/Ilham Wibowo.
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey. Medcom/Ilham Wibowo.

Giant Tutup, Target Pertumbuhan Ritel Tetap 10% di 2019

Ekonomi Giant
Ilham wibowo • 11 Juli 2019 15:39
Jakarta: Sektor ritel diyakini tetap tumbuh sesuai target yakni sebesar 10 persen pada tahun ini dibandingkan pada periode tahun sebelumnya. Penutupan beberapa gerai seperti pada Giant Express dinilai hanya bentuk strategi bisnis.
 
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan tingkat konsumsi masyarakat yang tetap tinggi berkorelasi dengan pertumbuhan sektor ritel. Pada semester I-2019 konsumsi masyarakat tercatat berkontribusi pada 56,82 persen dari total PDB.
 
"Ritel tutup karena lakukan efisiensi dan ubah bisnis model serta relokasi daerah yang sudah tidak strategis," ungkap Roy ditemui ditemui di Toast Box Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Roy memastikan ritel tidak akan punah di Indonesia meski dihadapkan dengan anomali peralihan gaya belanja mengunkan mekanisme online. Aprindo bahkan yakin dapat meraup target pendapatan Rp240 triliun di sepanjang 2019.
 
"Kinerja ritel masih bagus, ritel masih tumbuh 800 toko per tahun, di seluruh Indonesia, supermarket tumbuh 10-15 toko per tahun, hipermarket tumbuh 2-3 toko per tahun," paparnya.
 
Strategi merelokasi toko dinilai merupakan tindakan tepat untuk mengurangi defisit pendapatan perusahaan lantaran menanggung beban operasional. Namun demikian, ekspansi yang dilakukan di daerah lain seperti Indonesia wilayah timur diyakini akan menjadi modal yang sangat positif.
 
"Sekarang ada enam (gerai yang tutup), itu bersifat efisiensi, daya saing tidak tembus maksimal dan mereka relokasi," tuturnya.
 
Sebelumnya, Manajemen PT Hero Supermarket Tbk (HERO) memiliki strategi tersendiri di balik keputusan menutup enam gerai Giant Express pada 28 Juli 2019.
 
Direktur Hero Supermarket Hadrianus Wahyu Trikusumo menjelaskan ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan pola belanja konsumen. Hal tersebut yang menjadi alasan perusahaan menutup enam gerai Giant Express.
 
"Kami perlu tetap kompetitif dan memenuhi perubahan pola belanja pelanggan, kami mengembangkan strategi jangka panjang," kata Hadrianus kepada Medcom.id, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Menurut dia, perusahaan ingin menata ulang usaha bisnis dan meningkatkan kualitas supaya bisa kembali ke industri ritel dalam keadaan yang lebih prima. Sebagai salah satu pelopor supermarket Tanah Air, perusahaan juga akan lebih fleksibel dan melakukan penyesuaian pasar supaya dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif