Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu

Mantan Wamen Bakal Jadi Petinggi BUMN

Ekonomi Pergantian Direksi BUMN
Annisa ayu artanti • 10 Desember 2019 08:12
Jakarta: Utak-atik posisi petinggi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak berhenti pada penetapan direksi dan Komisaris PT Bank Mandiri Tbk.
 
Rencananya, Menteri BUMN Erick Thohir akan mengangkat wakil menteri era Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi petinggi perusahaan BUMN.
 
"Ada mantan wakil menteri (yang akan jadi bos BUMN)," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun Arya tidak menyebut spesifik siapa mantan wakil menteri dan perusahaan BUMN itu. Hanya saja, berdasarkan sumber Medcom.id, mantan menteri tersebut adalah Archandra Tahar yang dikabarkan akan menempati jabatan sebagai petinggi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
 
Dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PGN berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Januari 2020.
 
Arya pun tidak menampik bahwa wakil menteri tersebut bakal ditempatkan di PGN yang merencanakan RUPSLB tersebut. Arya hanya menjawab singkat.
 
"Bisa," ucapnya singkat.
 
Mengenai rencana ini sebenarnya pernah disinggung Arya dua pekan lalu. Saat itu ia menyampaikan Erick Thohir tengah mencari sosok-sosok yang tepat dan dianggap bisa membuat perusahaan BUMN 'berlari'.
 
"Ada kemungkinan mungkin wamen, bisa saja menteri. Kami lagi cari-cari mantan menteri mantan wamen untuk melengkapi BUMN kita lah," kata Arya, Senin, 25 November 2019.
 
Adapun mantan menteri dan wakil menteri yang baru terealisasi adalah Rudiantara mantan menteri komunikasi dan informatika yang ditunjuk sebagai direktur utama PLN.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif