BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja di President University, Cikarang, Jawa Barat, pada Kamis, 25 Juli 2019 (Foto:Dok.BPJS Ketenagakerjaan)
BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja di President University, Cikarang, Jawa Barat, pada Kamis, 25 Juli 2019 (Foto:Dok.BPJS Ketenagakerjaan)

Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja, Jurus BPJS Ketenagakerjaan Bangun SDM

Ekonomi Berita BPJS Ketenagakerjaan
Gervin Nathaniel Purba • 26 Juli 2019 12:54
Cikarang: Sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan sertifikasi keahlian, BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja.
 
Peluncuran dilaksanakan di President University, Cikarang, Jawa Barat, pada Kamis, 25 Juli 2019. Peluncuran dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI M Hanif Dhakiri, Bupati Kabupaten Bekasi, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan dan jajaran, serta Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan jajarannya.
 
BPJS Ketenagakerjaan merasa terpanggil dan mendapatkan amanat untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi para pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini seiring dengan salah satu misi BPJS Ketenagakerjaan yaitu meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja yang nantinya diharapkan sebagai solusi bagi pekerja yang tidak beraktivitas lagi baik karena PHK, putus kontrak atau hal lain namun sudah terdaftar sebelumnya pada program BPJS Ketenagakerjaan.
 
“Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja ini merupakan program piloting untuk mendekatkan diri pekerja dengan kebutuhan pelaku usaha. Kami akan memberikan pelatihan, sertifikasi, dan infomasi lowongan kerja baru yang sesuai kompetensi yang telah dimiliki. Oleh karena itu BPJS Ketenagakerjaan harus mempersiapkan instrument terkait link and match antara demand dan supply pasar tenaga kerja melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.
 
Pelaksanaan pelatihan vokasi dilakukan secara bertahap. Tahap awal menyasar pekerja di kawasan industri di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Secara bertahap pelatihan vokasi akan dilakukan di 11 wilayah operasional BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia.
 
BPJS Ketenagakerjaan mensyaratkan beberapa hal bagi yang akan mendapatkan program ini, yaitu WNI dengan NIK valid, minimal kepesertaan satu tahun pada program BPJS Ketenagakerjaan dan sedang mencari kerja, ter-PHK baik karena berakhirnya kontrak kerja maupun kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, serta usia maksimal 40 tahun.
 
Di samping itu terdapat beberapa kriteria bagi keberlangsungan pelatihan agar terjaminnya mutu bagi peserta, yakni lembaga dengan izin operasional resmi, BLK milik pemerintah maupun swasta, memiliki minimal dua jenis modul pelatihan, dan memiliki kerja sama dengan perusahaan penyerap tenaga kerja.
 
BPJS Ketenagakerjaan memfokuskan pada beberapa hal dalam pelatihan vokasi, yaitu menyiapkan kemampuan pekerja siap pakai yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja sebesar (40 persen); menyiapkan pekerja sesuai karakteristik zona, area dan komunitas strategis (25 persen); menyiapkan pekerja sesuai dengan tren pekerjaan/industri baru pada masa depan (20 persen) dan menciptakan enterpreneur baru skala kecil dan mikro sebesar (15 persen).
 
“Alokasi serapan pelatihan vokasi ini tersebar dalam semua segmen pekerjaan, meliputi pekerja pada industri digital dan kreatif, jasa kemasyarakatan, konstruksi, maritim, pengolahan, dan wirausaha," ujar Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif