Direktur Utama PNM Arief Mulyadi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Juni 2019, PNM Salurkan Pembiayaan Rp9,7 Triliun

Ekonomi Permodalan Nasional Madani
Desi Angriani • 18 Juli 2019 11:42
Bukittinggi: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan pembiayaan hampir Rp9,73 triliun hingga Juni 2019. Jumlah tersebut melampui target yang sebesar Rp4,8 triliun.
 
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan penyaluran pembiayaan itu berasal dari program PNM Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp7,7 triliun, PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) sebesar Rp1,9 triliun dan anak usaha Venture Capital Rp200 miliar.
 
"Jadi penyaluran kreditnya mencapai Rp9,73 triliun atau melebihi dari target Rp4,8 triliun untuk posisi Juni," ujarnya dalam acara media gathering bersama PNM dan media di Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu, 17 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arief mengungkapkan penyaluran pembiayaan tersebut hampir mencapai separuh dari target 2019 yang sebesar Rp15,3 triliun. Demi mencapai target tahun ini, PNM menghitung kebutuhan pendanaan senilai Rp13,5 triliun.
 
Sumber pendanaan itu diproyeksi berasal dari penerbitan obligasi dan medium term notes (MTN) sebesar 60 persen serta dari pinjaman perbankan dan pemerintah sebesar 40 persen.
 
"Sumbernya kita terbitkan sukuk Rp2 triliun, kita terbitkan lagi Rp3 triliun, kemarin MTN Rp350 miliar, memang praktis lebih banyak dari pasar modal, agak kecil dari pinjaman pemerintah," tutur dia.
 
Ia menambahkan rasio kredit bermasalah alias tingkat non performing loan (NPL) pada 2019 berada di bawah satu persen atau 0,16 persen. Angka tersebut lebih rendah dari NPL 2018 yang berada di kisaran 1,33 persen.
 
Demi menjaga NPL di bawah satu persen, PNM akan terus menjalankan kegiatan pemberdayaan dan pendampingan usaha ada. Penyebabnya, kegiatan tersebut menjadi faktor utama dalam meningkatkan loyalitas nasabah dan berpengaruh pada kualitas kredit yang telah disalurkan.
 
"NPLnya 0,16 persen, itu pun pertumbuhan, ini sebetulnya bukan sesuatu yang istimewa," pungkas Arief.
 
Adapun bisnis PNM Mekaar telah melampaui target untuk melayani 4,8 juta ibu prasejahtera di 30 provinsi di Indonesia dan PNM UlaaM sebanyak 71 ribu nasabah pelaku usaha mikro kecil.
 
Untuk 2019, PNM akan menggarap nasabah baru di Provinsi Bali, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Bangka Belitung (Babel) serta Maluku Utara demi mencapai target enam juta nasabah Mekaar tahun ini.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif