NEWSTICKER
Ilustrasi Gudang. Foto : Medcom.
Ilustrasi Gudang. Foto : Medcom.

BUMDes di Pemalang Jadi Percontohan Kelola Resi Gudang

Ekonomi bumdes
Ilham wibowo • 22 Januari 2020 14:24
Jakarta: Badan Usaha Milik Desa (BUMDEs) Bersama Pemalang Maju Bersama bakal diarahkan secara profesional untuk mengelola sistem resi gudang (SRG) untuk memaksimalkan nilai hasil panen petani di wilayah setempat. Kehadiran fasilitas ini bertujuan mempercepat pertumbuhan perekonomian di perdesaan.
 
Saat ini, Pemerintah Daerah Pemalang sedang memfasilitasi pembuatan akta notaris untuk BUMDes agar berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) SRG Pemalang dapat beroperasi dengan maksimal. Pemilihan BUMDes dilakukan karena lembaga di tingkat desa yang paling memahami kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki desa sehingga sangat cocok menjadi pengelola SRG.
 
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tjahya Widayanti mengatakan SRG punya peran penting mempercepat pertumbuhan perekonomian daerah khususnya di wilayah perdesaan. Perubahan sistem perekonomian di desa yang kini semakin maju, cepat, dan dinamis tentunya perlu didukung oleh koperasi atau badan usaha sebagai mesin penggerak perekonomian di desa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satunya berupa BUMDes yang bersinergi dalam pengelolaan gudang SRG," ujar Tjahya melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Menurut Tjahya, SRG memberikan banyak sekali manfaat sebagai instrumen stabilisasi harga pada panen raya dan mengamankan pasokan komoditas pertanian sebelum musim panen raya. Fasilitas ini juga bisa dimanfaatkan petani sebagai gudang dalam mempersiapkan ekspor komoditas ke luar negeri.
 
Selain itu, lanjut Tjahya, fungsi gudang SRG juga akan optimal apabila pengelola gudangnya tidak hanya berorientasi pada profit. Dibutuhkan sinergi dari para petani dan tim pengelola yang ditunjuk.
 
"Jika pengelola SRG tidak hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga menitikberatkan pada manfaat yang diperoleh para pelaku usaha, khususnya bagi petani serta pelaku usaha kecil dan menengah di daerah gudang tersebut berada, maka fungsi gudang SRG akan semakin optimal," kata Tjahya.
 
Adapun pada 2015 dan 2016, pelaksanaan gudang SRG di Pemalang telah dikelola PT Bhanda Ghara Reksa dan didampingi Koperasi Tani Makmur Sejahtera. Pengelola gudang SRG ini telah menerbitkan 10 resi gudang untuk komoditas gabah dengan volume sebanyak 129,84 ton atau senilai Rp743 miliar.
 
Untuk menjaga keberlangsungan pengelola gudang SRG, Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Daerah memberikan kemudahan berupa insentif keringanan biaya sewa gudang SRG. Fasilitas pendorong ini diharapkan dapat terus mendorong koperasi atau BUMDes agar tetap menjadi pengelola SRG setelah masa pendampingan berakhir.
 
"Insentif ini akan sangat membantu keberlangsungan pengelola gudang. Dengan demikian, manfaat SRG yang dapat memberikan nilai tambah dan keuntungan bagi pemerintah dan masyarakat daerah, seperti mendorong ketahanan ketahanan pangan, membantu mewujudkan stabilitas harga komoditas, dan menguatkan posisi tawar petani dapat terwujud," tutup Tjahya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif