Giant Express akan tutup. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Giant Express akan tutup. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Perubahan Perilaku Konsumen Picu Penutupan Giant

Ekonomi hero supermarket Giant
26 Juni 2019 10:16
Jakarta: PT Hero Supermarket Tbk mengakui jaringan ritel yang dikelola Giant sebagai anak usahanya akan menutup enam toko pada 28 Juli 2019. Penutupan itu dilakukan sebagai respons atas perilaku konsumen yang berubah dengan cepat.
 
"Ini bukanlah hal yang mudah, tetapi perlu dilakukan guna merespons perilaku konsumen yang berubah dengan cepat," kata Direktur PT Hero Supermarket Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo, Selasa, 26 Juni 2019.
 
Keenam gerai yang akan ditutup itu, yakni Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jati Makmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hadrianus mengatakan pihaknya tengah bertransformasi bisnis untuk meningkatkan pendapatan dalam jangka panjang. Perusahaannya juga telah berupaya melakukan penyesuaian dan menyegarkan kembali penawaran untuk memenuhi kebutuhan preferensi dari pelanggan.
 
Untuk tetap kompetitif dan memenuhi perubahan pola belanja pelanggan, Giant tengah mengembangkan strategi jangka panjang. Hal itu melibatkan penataan ulang ruang usaha, meningkatkan kualitas, skala dan kesegaran di seluruh toko, serta menyesuaikan general merchandise untuk memberi nilai lebih kepada konsumen.
 
Di kesempatan terpisah, ekonom dari Universitas Indonesia Febrio Kacaribu menyatakan tutupnya sejumlah gerai Giant merupakan langkah perusahaan untuk melakukan efisiensi pada bisnisnya.
 
Ia menilai, sudah saatnya industri ritel modern melakukan transformasi guna menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.
 
"Sudah waktunya mereka melakukan transformasi bisnis. Bisnis yang mereka lakukan mungkin memang tidak cocok lagi dengan kondisi sekarang. Cara masyarakat berbelanja sudah banyak berubah" kata Febrio.
 
Ia menuturkan, pola belanja masyarakat saat ini sudah banyak bergeser, dari mulanya berbelanja langsung ke gerai menjadi belanja lewat daring. Hal itu menuntut pelaku bisnis ritel modern untuk mencermati perkembangan tersebut. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif