Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan berharap ADDI memperluas distribusi hingga ke daerah-daerah seluruh Indonesia. Sebab saat ini pendistribusian daging yang dilakukan oleh ADDI baru mencakup wilayah Jabodetabek.
"ADDI itu kan 90 persen pasokannya ke pasar Jabodetabek. Kita berharap dalam kerjasamanya, ADDI berkembang ke daerah-daerah lain," ujar Oke saat dihubungi wartawan di kantor Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais No 5, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).
Perluasan pengembangan distribusi daging ADDI ditujukan agar Pemerintah tak lagi melakukan kerja sama serupa dengan pihak lain. Ini agar Bulog mempermudah kinerja Bulog dalam mendistribusikan daging dengan harga murah melalui satu pintu.
"Jadi kita cukup satu kali saja kerjasamanya, dengan ADDI. Biar ADDI yang berkembang. Sementara ini ADDI (distribusinya hanya di wilayah) Jabodetabek," paparnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, bahwa fasilitas kerja sama kemitraaan Bulog dengan ADDI merupakan bentuk konkret Pemerintah dalam menurunkan harga daging sapi yang ada di pasar tradisional. Fasilitas ini juga sebagai upaya untuk menstabilisasi harga daging untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Ketua Umum ADDI Ahmad Hadi menjelaskan, saat ini ADDI baru memiliki 300 anggota jaringan pendistribusian daging. Mayoritas anggota jaringannya tersebut hanya ada di wilayah Jabodetabek dan belum tersebar secara merata ke seluruh daerah di Indonesia.
"Ini akan kita tambah jaringan kita sesuai keinginan Pemerintah. Dengan begitu, distribusi bisa lebih luas," tutup Hadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News