Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto : Medcom.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto : Medcom.

Kementan Hadirkan Ruang Pusat Data Pertanian Nasional

Ekonomi Virus Korona kementerian pertanian
Desi Angriani • 04 Februari 2020 21:16
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan ruang pusat data dan sistem kontrol pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi atau Agriculture War Room (AWR). Sistem tersebut dapat memantau secara otomatis panen padi dan produksi beras di seluruh wilayah Indonesia.
 
"Teknologi ini nantinya akan menjadi alat ukur dalam melakukan pengawasan sekaligus mapping area lahan nasional. Dengan alat ini kami ingin pertanian ke depan lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern untuk hasil yang memuaskan," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Menurutnya, Agriculture War Room dirancang untuk memantau kondisi pertanian di tingkat kecamatan dan desa tanpa memerlukan alat drone. Sebab, alat ukur yang digunakan AWR berbasis internet of things atau kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun, sejauh ini kami juga belum memutuskan apa-apa saja yang akan menjadi kebijakan secara utuh. Yang jelas saat ini kami masih mengawasi secara langsung di lapangan," terangnya.
 
Ia berharap kehadiran ruang pusat data dan sistem kontrol pembangunan pertanian nasional semakin mempertipis perbedaan data statistik mengenai jumlah produksi beras nasional.
 
"Kita berharap ini mampu meningkatkan semua produksi dengan kualitas panen di atas rata-rata dan bisa memenuhi ketersediaan pangan nasional dan pasar global," tambah dia.
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menilai peluncuran AWR menunjukkan sistem agrikultur di Indonesia masuk dalam kategori maju, mandiri dan modern.
 
Apalagi Kementerian Agraria dan Tata Ruang baru saja mengumumkan data luas lahan baku sawah dan produksi padi yang dapat digunakan kementerian/lembaga terkait sebagai rujukan mengambil kebijakan impor pangan.
 
"Saya sangat bangga sekali, apapun kerjanya pasti harus bermain data. Kalau ini ditata dengan baik ke depannya kita tidak akan ribut lagi soal impor beras atau lainnya," kata Luhut. Adapun hasil verifikasi luas lahan baku sawah terbaru mencapai 7.463.948 hektare, atau bertambah seluas 358 ribu hektare.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif