Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

RUU Perlindungan Data Pribadi Penting untuk Pinjaman Online

Ekonomi Kominfo fintech Pinjaman Online
Yurike Budiman • 05 Februari 2020 17:43
Jakarta: Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) dinilai penting untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam aplikasi pinjam meminjam online atau fintech.
 
"RUU PDP merupakan satu jawaban juga. Jadi kalau sekarang ini ramai masalah pinjaman online, data kita kan diambil. Data kontak, data foto, lalu kita pakai aplikasi pinjaman online, enggak bayar atau terlambat nanti foto kita diambil, kemudian percakapan kita juga kadang-kadang diambil. Kalau kita enggak bayar, semua disebarin. Ini juga menjadi salah satu faktor juga bahwa perlindungan data pribadi itu diperlukan," jelas Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Terlebih, belakangan ini banyak terjadi kasus data pengguna atau peminjam, telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalnya ada KTP tercecer lah, data kita misalnya daftar KTA, kartu kredit kita diminta, fotokopi KTP segala macam. Kalau untuk layanan tersebut, oke, tapi kan dipakai untuk layanan lain juga. Kemudian data dipertukarkan. Makanya PDP diperlukan, tapi ini perlu didiskusikan dengan stakeholder," tuturnya.
 
Sementara itu, pengamat telekomunikasi Nonot Harsono mengatakan lingkup data pribadi yang dimaksud dalam PDP harus ditelaah lebih dulu.
 
"Data pribadi itu, pertama harus dilihat scoop-nya apa saja lingkup data pribadi itu, apakah hanya alamat, nama, tanggal lahir, nama Ibu atau apa. Kalau Google mencatat ke mana pun kita pergi tiap hari, itu privasi enggak. Apa saja yang dibolehkan. Sebenarnya negara terhadap data ini punya hak apa?" tukasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif