Hemat Rp4 Triliun, Pertamina Suplai Gas ke PLN Selama 20 Tahun. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami
Hemat Rp4 Triliun, Pertamina Suplai Gas ke PLN Selama 20 Tahun. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami

Hemat Rp4 Triliun, Pertamina Suplai Gas ke PLN Selama 20 Tahun

Ekonomi pertamina pln
Suci Sedya Utami • 27 Februari 2020 19:14
Jakarta: PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan head of agreement (HoA) terkait penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) untuk pembangkit tenaga listrik milik PLN. HoA ini untuk jangka waktu 20 tahun.
 
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini. Serta disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
 
Penandatanganan HoA tersebut merupakan tindaklanjut dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 13K/13/MEM/2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG dalam Penyediaan Tenaga Listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kerja sama ini dalam bentuk suplai dari Pertamina ke pembangkit PLN yang menggunakan diesel," kata Arifin di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Nantinya akan ada 52 pembangkit BBM yang akan dikonversi menggunakan bahan bakar gas. Konversi tersebut dipercaya akan menciptakan penghematan serta pengurangan emisi gas rumah kaca.
 
Direktur Utama PLN Zulkifli Zainal menyebutkan penghematan yang bisa dilakukan sebanyak Rp4 triliun. Ia bilang jika menggunakan BBM, PLN harus merogoh kocek Rp16 triliun per tahun. Sementara dengan gas, biaya bahan bakar yang dikeluarkan sebesar Rp12 triliun.
 
"PLN itu pakai BBM sebanyak 3,1 juta kilo liter per tahun, dengan konversi menjadi 2,1 juta kilo liter," ujar Zulkifli.
 
Ia mengakui memang masih ada kebutuhan BBM satu juta sisanya di beberapa pembangkit yang memang sulit dijangkau karena terletak di pulau kecil.
 
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan 52 pembangkit tersebut memiliki kapasitas listrik sebesar 1.697 megawatt (MW). Pembangkit-pembangkit tersebut membutuhkan gas dengan volume total sebesar 167 BBTUD.
 
"Ini bentuk komitmen nyata untuk energi mix. Selain itu, gas domestik baru dikonsumsi 60 persen. Ini akan kami tingkatkan serapan gas domestik. Ini win win. Bagi kami kepastian serapan, bagi industri gas menambah serapan domestik market," jelas Nicke.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif