"Kita hormati dua kekuatan ini, Tiongkok yang bangkit dengan kekuatan baru, dan AS sebagai negara adidaya. Filosofi saya banyak teman itu kurang, tapi satu musuh kebanyakan," kata Prabowo dalam diskusi Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu, 21 November 2018.
Keputusan Prabowo tersebut merujuk pada kebijakan non-blok Indonesia pada perang dunia II di mana Indonesia tidak memihak negara manapun yang berkonflik. Lagipula, tambah calon presiden 2019 itu, AS banyak memberi pengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia.
"Mari objektif dalam hati, kita sebenarnya penggemar cara hidup Amerika. Kita makan Burger Kings, pakai denim, nonton Netflix dan HBO. Ini soft power AS. Kita juga suka Rock n Roll, ayo akui Anda juga suka, kan?" cetus Prabowo.
Begitu pula dengan Tiongkok yang telah menorehkan pengaruh kebudayaan yang kuat di Indonesia. "Pengaruh Tiongkok juga kuat dalam sejarah kita, seperti makanan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News