UMKM Harus Menguasai Digital Marketing
Anggota DPD GKR Hemas (Foto:Dok.DPD)
Jakarta: Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. 

Menurut data Kemenko Perekonomian, profil ekonomi Indonesia terdiri atas perusahaan besar 1 persen, perusahaan menengah sebanyak 5,1 persen, dan perusahaan mikro dan kecil 93,4 persen. 

Sementara, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, jumlah unit UMKM mencapai 56.534.592 unit atau 99,9 persen dari total unit usaha di Indonesia. Tenaga kerja yang mampu diserap UMKM lebih dari 107.657.509 orang atau sebesar 97,16% dari angkatan kerja.

Anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menyebutkan, kuantitas UMKM tentunya harus diikuti berbagai perkembangan. Salah satunya, teknologi. 

"Jika tidak, maka besarnya peranan UMKM dalam negeri akan sulit bersaing," kata Hemas dikutip keterangan terulis, Kamis, 1 November 2018.

Hemas menyebutkan, banyak negara memanfaatkan teknologi  dalam memasarkan produknya karena lebih cepat, efisien, efektif, dan masif. "Banyak orang menyebutnya sebagai revolusi digital, sehingga muncul istilah revolusi industri 4.0," katanya.

UMKM diminta menguasai digital marketing. Dengan cara itu, para calon pelanggan akan memperoleh segala macam informasi mengenai produk dan bertransaksi melalui internet. 

"Ketika Anda sebagai pelaku UMKM sudah berhasil menguasai pasar atau paling tidak mempunyai pasar yang menguntungkan, maka modal yang dibutuhkan akan mudah didapat. Modal itu sebenarnya bukan segala hal dalam bisnis. Ketika konsep bisnis Anda bagus dan ketika dipraktikkan juga menunjukkan yang baik, maka  modal akan datang sendiri. Seperti GO-Jek, Bukalapak, Traveloka dan sebagainya," kata Hemas.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id