Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti. Medcom/Ilham Wibowo.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti. Medcom/Ilham Wibowo.

Pemerintah Targetkan 162 Juta Penumpang Pesawat di 2019

Ekonomi penumpang krl kementerian perhubungan
Ilham wibowo • 20 Desember 2018 20:02
Jakarta: Pemerintah optimistis transportasi udara terus tumbuh pada 2019. Terlebih, proyek bandara baru serta revitalisasi bandara banyak yang telah rampung.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti menyebut hingga akhir 2018 target 142 juta penumpang bisa terakomodasi. Jumlah tersebut meningkat 10,8 persen dari total penumpang di tahun sebelumnya baik domestik maupun internasional.
 
"Pertumbuhan penumpang pada 2019 ditargetkan sebesar 162 juta dengan pertumbuhan 13,83 persen," ungkap Polana dalam sebuah pemaparan di kantornya, Jakarta, Kamis, 20 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polana menuturkan pertumbuhan kargo mengunakan transportasi udara juga meningkat 6,5 persen per tahun sejak 2014. Hingga akhir 2018, pertumbuhan kargo tercatat mencapai 1,24 juta ton atau tumbuh 11,20 persen dibanding tahun sebelumnya.
 
"Pengunaan kargo di 2019 ditargetkan tumbuh 1,29 juta ton dengan kenaikan 4,03 persen dibanding 2018," paparnya.
 
Polana menambahkan peningkatan jumlah penumpang dan kargo ini seiring dengan kehadiran armada maskapai dan bandara. Sepanjang 2018 ada tiga dan tujuh bandara baru yang dibangun sejak 2015 telah beroperasi. Kemudian juga 24 bandara diperbatasan telah direvitalisasi berikut 48 bandara di wilayah rawan bencana.
 
"Pada tahun ini kita telah menyelesaikan tiga bandara yakni Kertajati di Jawa Barat, Samarinda Baru di Kalimantan Timur dan Tebelian di Kalimantan Barat," ungkapnya.
 
Menurut dia, pembangunan prasarana angkutan udara pada tahun ini sudah direvitalisasi yang meliputi 27 bandara di wilayah perbatasan, 48 bandara di wilayah terisolasi dan 59 bandara di daerah rawan bencana. Kemudian rehabilitasi landasan pacu juga telah dilakukan untuk 39 bandara.
 
Ia menambahkan, pemeliharaan dan pengembangan bandara mulai 2015 sampai 2017 di wilayah perbatasan telah dilakukan pada 103 bandara. Kemudian pada tahun ini sudah berhasil melakukan pemeliharaan dan pengembangan pada 24 bandara di perbatasan.
 
Sementara itu untuk total pengembangan landasan pacu mulai 2015 sampai 2018 telah terealisasi di 109 bandara. Pemeliharaan dan pengembangan bandara di wilayah rawan bencana sejak 2015 sampai 2018 telah teralisasi di 238 bandara.
 
"Sejak 2015 sampai 2018 kita juga sudah melakukan pemeliharaan dan pengembangan bandara di daerah terisolasi sebanyak 194 bandara," katanya.
 
Sedangkan fasilitas yang akan segera diresmikan Presiden Jokowi di Sulawsi Selatan dan Tengah yakni Bandara Morowali kemudian empat terminal baru di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk kemudian di bandara Lagaligo Bua Luwu, H Aroeppala Selayar dan Betoambari Bau Bau.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif