Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Pemerintah Perkuat Sektor Riil Keuangan Syariah

Ekonomi keuangan syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)
Ilham wibowo • 03 Januari 2019 12:28
Jakarta: Pemerintah terus berupaya mengembangkan ekonomi syariah sebagai arus perekonomian baru. Populasi muslim di Tanah Air menjadi potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan pengembangan ekonomi syariah saat ini ditekankan terutama untuk sektor riil. Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) sebagai peta jalan pengembangan keuangan syariah mulai berjalan.

"Nanti akan dikawal oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Isinya bagaimana menjadikan sektor riil dari ekonomi syariah ini menjadi penggerak dari keuangannya," kata Bambang di Ruang Rapat Benny S Mulyana, Gedung Widjojo Nitisastro, Jakarta, Kamis, 3 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Potensi ekonomi syariah dapat dilihat dari semakin meningkatnya pertumbuhan populasi muslim dunia yang diperkirakan akan mencapai 27,5 persen dari total populasi dunia pada 2030. Hal ini juga mengindikasikan peningkatan permintaan produk halal sebagai kebutuhan umat muslim dunia. Saat ini perhatian terhadap ekonomi syariah telah terbukti dari berbagai pencapaian negara-negara lain, seperti pasar halal yang sudah ada di Tiongkok, India, Malaysia, dan Brasil. Keberhasilan negara tersebut merupakan bukti besarnya pasar industri halal di dunia.

"Sektor keuangan syariah akan berkembang pesat kalau ekosistem di sektor riil terutama di industri halalnya juga berkembang. Nah ini yang kami harapkan dengan road map yang baru disusun oleh direktorat KNKS bisa mengawalnya," ucapnya.

Indonesia pun diyakini berpeluang menjadi pasar produk halal terbesar di dunia sekaligus menjadi produsen produk halal. Indonesia berada di posisi strategis bagi halal superhighway link dalam global halal supply chain.

"Terutama kita bisa mengonsolidasikan semua stakeholder apakah Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Badan Penyelenggara Jaminan Halal, sampai pada pelaku usahanya," paparnya.

Data terkini mencatat ekspor produk halal Indonesia mengalami peningkatan sebesar 19,2 persen pada 2017, dari tahun sebelumnya yang besarnya USD 29,7 millar. Apabila perkembangannya terus didorong, industri halal akan membuka peluang dan berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan pasar keuangan syariah di masa yang akan datang.

"Jangan sampai sektor keuangan syariah apakah perbankan, pasar modalnya, itu tidak punya basis sektor riil yang kuat, yang cenderung menjadi pelengkap dari yang konvensional," pungkas Bambang.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi