Petani Lebak Ditargetkan Tanam Padi 43 Ribu Ha
Sawah. MI/ABDUS SYURKUR.
Lebak: Petani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mulai melaksanakan aktivitas penanaman padi sehubungan dengan kondisi saat ini yang memasuki musim hujan.

"Kami menargetkan percepatan tanam Oktober-November 2018 seluas 43 ribu hektare (ha)," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak dikutip dari Antara, Minggu, 21 Oktober 2018. 

Gerakan percepatan tanam tersebut karena beberapa hari terakhir di daerah ini curah hujan cenderung meningkat. Petani memanfaatkan hujan untuk melaksanakan tanam setelah tiga bulan mengalami kekeringan akibat kemarau.

Kebanyakan areal persawahan di Kabupaten Lebak merupakan sawah tadah hujan dan tidak memiliki jaringan irigasi produktif.

"Biasanya, petani melaksanakan percepatan tanam jika musim penghujan dan bila kemarau areal persawahan dibiarkan begitu saja tanpa ditanami," jelasnya.

Menurut dia, gerakan percepatan tanam dilaksanakan di 28 kecamatan dan diperkirakan akan memasuki panen sekitar Februari 2019. Para petani di Lebak tergabung dalam sekitar 1.700 kelompok tani.

Produksi padi di Kabupaten Lebak tahun 2018 surplus 18 bulan dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 2020. "Kami minta petani dapat meningkatkan produksi sehingga mampu menyumbangkan ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Sementara itu, Jasim (55), seorang petani di Blok Sentral Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku pihaknya sudah dua hari ini menggarap pertanian pangan sehubungan meningkatnya curah hujan.

Pihaknya menargetkan pekan depan sudah bisa melaksanakan musim tanam serentak. Ia juga menyatakan menggarap lahan tanaman padi seluas satu ha dengan benih unggul jenis varietas Ciherang.

"Kami sudah tiga bulan menganggur akibat kemarau. Dan, kini kembali melaksanakan gerakan percepatan tanam," pungkas dia.




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id