Penghapusan solar bersubsidi di seluruh Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di Jakarta Pusat, hingga saat ini belum memberikan dampak yang berarti bagi beberapa SPBU di Jakarta Selatan. -- Dheri Agriesta
Penghapusan solar bersubsidi di seluruh Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di Jakarta Pusat, hingga saat ini belum memberikan dampak yang berarti bagi beberapa SPBU di Jakarta Selatan. -- Dheri Agriesta

Penghapusan Solar Bersubsidi di Jakpus tidak Pengaruhi SPBU Jaksel

Dheri Agriesta • 02 Agustus 2014 19:47
medcom.id Jakarta: Penghapusan solar bersubsidi di seluruh Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di Jakarta Pusat, hingga saat ini belum memberikan dampak yang berarti bagi beberapa SPBU di Jakarta Selatan.
 
Seperti yang terlihat di SPBU 34 12702, Jalan Kapten Tendean, tidak terlihat angkutan umum berbahan bakar solar maupun kendaraan pribadi yang mengantri di SPBU tersebut. Manajemen SPBU mengatakan hingga saat ini tidak ada perubahan yang berarti terhadap penjualan solar bersubsidi di SPBU mereka.
 
"Masih sepi, karena masih lebaran, jadi belum berpengaruh," ujar Administrasi Umum SPBU 34 12702, Deri, saat ditemui Metrotvnews.com di kantornya, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Sabtu (2/8/2014).

Ia menambahkan SPBU yang berada cukup dekat dengan daerah Jakarta Pusat tersebut pada hari biasanya mampun menjual hingga sekitar 3 ton bahan bakar solar untuk angkutan umum seperti kopaja dan bus. Menurutnya, dengan adanya penghapusan solar bersubsidi untuk wilayah Jakarta Pusat, bisa saja akan ada kenaikan terhadap penjualan. Namun hingga saat ini kenaikan tersebut belum terlihat.
 
"Kalau penambahan saya rasa bakal ada, cuma belum terlihat hingga saat ini," tambahnya.
 
Hal senada juga diutarakan oleh Setiyono, manajemen dari SPBU 34 12706, Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Menurutnya, meskipun penghapusan solar bersubsidi untuk daerah Jakarta Pusat telah dihapuskan sejak kemarin, hingga saat ini belum terlihat adanya angkutan umum dari pusat yang membeli solar subsidi di tempat mereka. "Padahal udah dari kemaren kan enggak ada kemari, satu juga enggak ada," jelasnya.
 
menurut dia, pembelian bahan bakar yang dilakukan oleh angkutan umum yang biasa beroperasi di sekitar SPBU tersebut masih belum bisa dikatakan normal.
 
"Belum keliatan kopaja yang dari pusat, yang biasa ambil ke sini saja masih belum normal," tandasnya.
 
Sebelumnya, Pertamina menghapuskan bahan bakar solar bersubsidi di seluruh SPBU di Jakarta Pusat, sebagai gantinya pemilik kendaraan diarahkan untuk menggunakan Pertamina Dex dan solar nonsubsidi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(BOB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan