Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Kemenperin: Panasonic Punya Cara Terhormat Lakukan Restrukturisasi

Husen Miftahudin • 04 Februari 2016 11:37
medcom.id, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meyakini PT Panasonic Indonesia memiliki cara terbaik untuk melakukan restrukturisasi perusahaan dalam mengikuti perkembangan teknologi dan permintaan pasar. Perkembangan zaman yang membuat produk lampu hemat energi kalah saing dibandingkan dengan lampu LED mengharuskan Panasonic melakukan pemangkasan terhadap ratusan karyawannya.
 
Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan, perubahan teknologi memaksa industri harus mengikuti. Karena jika tidak, industri tersebut akan tergilas oleh industri saingan lainnya yang mengikuti perubahan teknologi.
 
"Nah masalah ribuan orang ini ke mana? Karena itu startegi masing masing industri dan tidak bisa dipaksakan. Harus cari jalan untuk pindah. Untuk pindah ini butuh waktu, kecuali industri yang tidak bertanggung jawab, ditinggalkan itu pabriknya. Tentu saja Panasonic tak seperti itu karena Panasonic adalah perusahaan besar, terhormat, dia punya cara," ujar Putu di Gedung Kemenperin, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Februari.

Dia mencontohkan pada produk walkman yang sudah tergilas oleh perubahan zaman dan teknologi. Salah satu contohnya Sony yang terpaksa harus hengkang karena tidak memiliki kesempatan untuk pindah ke teknologi yang lain.
 
"Teknologi berubah, tuntutan konsumen berubah. Jadi mau bikin efisiensi walkman pun tidak akan ada yang beli. Ini yang harus disadari. Saya yakin Pak Rachmat tidak sekonyong-konyong, itu sudah dilakukan secara lama," papar dia.
 
Putu mengakui bahwa dinamika teknologi ditambah krisis perekonomian dan lainnya membuat beberapa industri terjegal lajunya. Namun begitu, dia meminta agar tenaga kerja di industri tersebut harus diperlakukan sesuai aturan yang berlaku.
 
"Yang harus kita jaga jangan sampai mereka semena-mena sama tenaga kerja kita, jadi semuanya itu sesuai dengan aturan yang berlaku. Harus mengambil win-win agar situasinya sama-sama baik, baik untuk investor juga baik untuk tenaga kerja. Tenaga kerja itu ita harus lindungi karena mereka produktif," pungkas Putu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan