Marwan Jafar. (Foto: Dokumentasi Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi)
Marwan Jafar. (Foto: Dokumentasi Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi)

Apresiasi Tranmigran Sukses, Marwan Jafar Luncurkan Buku

Mohammad Adam • 20 Januari 2016 14:42
medcom.id, Jakarta: Kasim Arifin, adalah salah satu dari sekian banyak pahlawan transmigrasi yang berhasil menciptakan kesejahteraan masyarakat desa. Puluhan tahun lalu, di sebuah desa kecil kawasan Seram, Kasim Arifin mampu merubah kawasan tandus menjadi ratusan hektar kawasan pertanian yang subur dan hijau. Lima belas tahun lamanya ia meninggalkan Langsa, Aceh, dan mengabdi sebagai masyarakat transmigrasi di desa ini. Berkat transmigrasi, desa ini tak lagi menjadi desa miskin yang tertinggal.
 
Kisah Kasim Arifin disyairkan Sastrawan Taufik Ismail pada peluncuran buku Transmigrasi Menggapai Cita karya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, di Jakarta, Selasa 19 Januari 2016.
 
Marwan mempersembahkan karya berupa buku yang menunjukkan semangat dan kegigihan program transmigrasi dalam memajukan daerah. Buku tersebut penting dalam rangka mengukuhkan kiprah transmigrasi untuk mempercepat pembangunan daerah sebagai wujud Cita ke 3 dari Nawacita, yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Transmigrasi Menggapai Cita merupakan keinginan bersama akan semakin menggelorakan semangat dan perjuangan kita untuk lebih menggairahkan kembali program transmigrasi di bumi Indonesia yang kita cintai, yang akhir-akhir ini mengalami pasang surut cukup siginifikan," ujar Marwan dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1/2016).
 
Marwan menyatakan, kementerian yang dipimpinnya berkomitmen menyukseskan transmigrasi. Terutama di kawasan perbatasan dan pinggiran. Berbagai macam program dijalankan, kurang lebih 114 kota terpadu mandiri yang telah dicanangkan. Temasuk juga membangun lahan transmigrasi di perbatasan daerah pinggiran.
 
"Itu menjadi tekad kami dalam rangka menyukseskan transmigrasi,” kata Marwan.
 
Ia juga sangat mengapresiasi para pejuang-pejuang transmigrasi, yang telah mampu merubah desa terpencil menjadi desa yang berkembang. Para transmigran yang berhasil ini sosok berharga karena membuka lahan-lahan tandus menjadi lahan-lahan yang sangat berharga untuk desa. "Mereka telah berjasa melanjutkan membangun negeri kita,” katanya.
 
Sementara itu, Akademisi Universitas Lampung, Muhajir Utomo, mengakui, program transmigrasi adalah momentum tepat untuk membangun Negara melalui daerah pinggiran. Meski transmigrasi mulai dari era kolonisasi Tahun 1995 mengalami pasang surut, namun transmirasi adalah bagian dari realisasi pembangunan daerah. Perpindahan penduduk dilakukan, berdasarkan analisis Sumber Daya Manusia dan SDA.
 
Adapun Taufik Ismail menyebut program transmigrasi yang secara pribadi dijalankan Kasim Arifin telah mampu merubah desa menjadi lebih baik. Perekonomian masyarakat menjadi stabil, dan anak-anak di desa terhindar dari krisis pendidikan. “Untuk pertama kalinya masyarakat deesa di sana masuk perguruan tinggi. Untuk pertama kalinya juga, warga desa di sana naik haji,” kata Taufik.
 
 
(ADM)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif