Indonesia Coffee & People Festival 2020 mengajak pengunjung untuk menambah pengetahuan seputar kopi (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Indonesia Coffee & People Festival 2020 mengajak pengunjung untuk menambah pengetahuan seputar kopi (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

5 Rahasia Merintis Bisnis Kopi agar Tak Mudah Menyerah dan Raih Sukses

Ekonomi Indonesia Coffee People
Gervin Nathaniel Purba • 15 Februari 2020 09:00
Jakarta: Memanfaatkan tren minum kopi yang merebak beberapa tahun terakhir, banyak orang membuka kedai kopi. Walau tampak menjanjikan, menjalankan bisnis kopi tak semudah kelihatannya.
 
Bagi Anda yang hendak atau baru mulai merintis bisnis kopi, ada beberapa resep untuk bertahan di tengah sengitnya persaingan dan meraih sukses. Apa saja?
 
Pemilik Rahayu Roastery Yogyakarta Gilang Ramadhan yang ditemui pada acara Indonesia Coffee & People Festival 2020, membagikan tipsnya untuk Anda sebagai berikut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Belajar dari Berbagai Sumber
 
Belajar tak melulu ditempuh di bangku formal. Anda bisa menggali ilmu dan mempelajari segala hal tentang kopi dari berbagai sumber. Mencari tahu jenis-jenis kopi, cara memilih biji kopi yang bagus, pengolahannya, dan cara membuat kopi yang enak bisa didapat dari buku atau internet.
 
"Sekarang ini banyak akses untuk mencari tahu. Apalagi sejak ada internet. Bisa juga banyak baca buku (seputar kopi)," kata Gilang Ramadhan.
 
2. Bertukar Pikiran
 
Bertukar pikiran dan gagasan dengan sesama penggemar kopi akan membantu Anda dalam pengembangan diri dan keterampilan. Terlebih jika Anda bertukar pikiran dengan orang yang telah berpengalaman. Wah, bisa dapat ilmu gratis, hehe.
 
5 Rahasia Merintis Bisnis Kopi agar Tak Mudah Menyerah dan Raih Sukses
Indonesia Coffee & People Festival 2020mengedukasi seputar kopi kepada pengujung (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
3. Anti Baper
 
Terbawa perasaan (baper) alias mudah tersinggung dan kemudian menyerah, merupakan sikap yang harus dihindari bila hendak merintis bisnis kopi. "Buat anak muda yang sedang belajar, jangan mudah baper (terbawa perasaan)," ujar Gilang, tegas.
 
Kata Gilang, sikap demikian banyak ditemuinya pada milenial di Yogyakarta. Dia menyayangkan mental yang mudah menyerah ketika dikritik.
 
4. Mandiri
 
Pemilik Philocoffee Hardiansyah Suteja mengimbau kepada para milenial yang baru belajar seluk beluk kopi agar tidak tidak selalu bergantung dengan komunitas atau individu lain.
 
"Misalnya, jangan terlalu bergantung sama saya dan mas Gilang. Setiap orang punya perjuangan sendiri dan kalian yang menentukannya," tutur Hardiansyah.
 
5. Membentuk Komunitas
 
Alangkah baik jika para pemula yang baru mulai berbisnis kopi berkolaborasi dengan sesama pemula dan membentuk komunitas baru. "Dengan cara ini bisa mendorong mereka lebih berkembang dan membangun jaringan," kata Hardiansyah.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif