NEWSTICKER
Ilustrasi pupuk - - Foto: MI/Safir Makki
Ilustrasi pupuk - - Foto: MI/Safir Makki

Pupuk Sriwidjaja Siap Operasikan Pabrik NPK Fusion II

Ekonomi pupuk indonesia
Husen Miftahudin • 27 Februari 2020 21:29
Jakarta: PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang siap mengoperasikan pabrik NPK Fusion II di Palembang, Sumatra Selatan. Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) itu akan mengelola pabrik tersebut setelah kontraktor pabrik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyelesaikan pekerjaannya.

Penandatanganan penyerahan pabrik NPK Fusion II dilakukan oleh Khairul Anwar selaku Project Manager PT Pusri Palembang dan Tamhid selaku Project Manager PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan disaksikan direksi masing-masing perusahaan.
 
Pabrik NPK Fusion II merupakan salah satu proyek strategis perusahaan yang mulai dibangun sejak Januari 2018 dengan kapasitas produksi sebesar 2x100 ribu MTPY. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 4,38 hektare di komplek Pusri Palembang.
 
Direktur Utama Pusri Mulyono Prawiro mengatakan pabrik NPK Fusion II dibangun sebagai upaya diversifikasi usaha produk pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen, Fosfor, dan Kalium.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagi Pusri ini jadi salah satu tonggak penting karena ke depannya kita tidak hanya fokus urea saja melainkan mulai merambah ke pupuk majemuk atau yang lazim dikenal dengan NPK," ujar Mulyono dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Sementara itu, Direktur Operasi II Wijaya Karya Bambang Pramujo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pusri kepada Wika dalam menyelesaikan proyek NPK Fusion II. "Terima kasih atas kepercayaan Pusri kepada Wika dan kesempatan yang diberikan sehingga Wika dapat turut berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional," ungkap Bambang.
 
Pusri Palembang memproduksi dan menyalurkan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah provinsi. Khusus untuk pupuk Urea PSO disalurkan ke wilayah Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif