NEWSTICKER
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland (kedua dari kiri). Foto: dok Manulife.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland (kedua dari kiri). Foto: dok Manulife.

2020, Manulife Dongkrak Penguatan Layanan Digital

Ekonomi manulife aset manajemen indonesia
Ade Hapsari Lestarini • 09 Januari 2020 15:21
Jakarta: Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) membuka 2020 dengan memperkuat layanan digital. Perseroan menghadirkan tiga layanan untuk memberi kemudahan bagi nasabah dan tenaga pemasaran.
 
Penguatan di layanan bisnis digital itu diyakini akan meningkatkan kinerja perusahaan, termasuk dalam meningkatkan penjualan produk asuransi Manulife Indonesia ke masyarakat.
 
"Inovasi di teknologi digital ini termasuk saluran baru pembayaran premi, mengubah tampilan notifikasi surat koresponden kepada para nasabah, termasuk juga melengkapi para tenaga pemasar dengan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan respons yang cepat, tepat, dan real-time," ujar Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland saat peluncuran aplikasi di sela-sela kegiatan "Agent Manulife-Kick Off 2020", dikutip dalam keterangan resminya, Kamis, 9 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun 35 tahun Manulife di Indonesia bisa menghadirkan tiga layanan yang baik untuk nasabah dan tenaga pemasar. Tiga layanan itu adalah online payment, e-POS, dan MiLearn. Online payment atau pembayaran daring diperuntukkan untuk memudahkan para nasabah. Melalui layanan ini, kata Charland, nasabah cukup klik dengan ujung jari pada link yang tersedia dan melakukan pembayaran.
 
"Ini memberikan kemudahan buat nasabah dalam melakukan pembayaran premi sehingga memastikan proteksi mereka tetap berlangsung. Online payment ini melengkapi metode pembayaran yang tersedia di Manulife Indonesia seperti kartu kredit, transfer, maupun autodebit," kata Charland.
 
Selain itu, tambah dia, Manulife Indonesia juga meluncurkan dua aplikasi untuk mendukung kinerja tenaga pemasar yakni ePOS dan MiLearn.Lewat aplikasi ePOS, agen dapat sepenuhnya submit bisnis-bisnis baru secara digital. Semua dokumen persyaratan pembukaan polis, termasuk tanda tangan calon nasabah, semuanya dilakukan via gadget, tanpa mengisi secara manual di formulir kertas. Selain mempercepat waktu proses pembuatan polis dari berhari-hari menjadi cukup beberapa menit saja, aplikasi ini juga mengurangi penggunaan kertas.
 
Manulife Indonesia juga menghadirkan aplikasi MiLearn atau aplikasi untuk pelatihan digital. MiLearn berguna untuk tenaga pemasar baik agen maupun financial specialist.
 
Berdasarkan survei Google Indonesia pada 2018 terungkap, saat ini terjadi peningkatan waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk online. Pengaruh keterlibatan online terhadap keputusan pembelian yang mereka buat juga meningkat. Dalam survei itu terungkap, sebanyak 68 persen dari mereka yang bergantung pada smartphone saat mencari informasi terkait pembelian, akan memutuskan untuk membeli.
 
"Perubahan pola masyarakat itu secara tidak langsung juga memicu Manulife Indonesia untuk terus meningkatkan layanan," kata Ryan Charland.
 
Ia meyakini dengan adanya penguatan pada layanan digital itu, tentu akan meningkatkan target penjualan di tahun ini. "Kami yakin akan meraih pertumbuhan yang signifikan di 2020 ini," tutur dia.
 
Ryan Charland enggan merinci berapa target yang akan diraih, namun ia meyakini kondisi Indonesia saat ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. 2019 lalu, adalah tahun politik, sehingga memengaruhi daya beli masyarakat. "Target kami tiap tahun naik, dan kami yakin tahun ini lebih bagus," papar dia.
 
Pada kesempatan yang sama, Director and Chief Operating Officer Manulife Indonesia Hans De Waal menambahkan Manulife Indonesia tidak hanya ingin fokus pada penjualan produk proteksi, tetapi terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Saat ini Manulife Indonesia memiliki 2,5 juta nasabah dan 7.000 agen di seluruh Indonesia.
 
Menurut Hans, keberpihakan pada nasabah juga sudah diperkuat dengan mengubah budaya kerja Manulife Indonesia dengan program Kaizen akhir pekan lalu. Lewat program itu, para karyawan bekerja lebih efektif, efisien, dan produktif. Hingga saat ini, program itu telah menunjukkan sejumlah hasil, seperti proses klaim berjalan lebih mudah dan lebih cepat, bahkan proses tersebut berjalan sekitar 3-6 hari setelah dokumen nasabah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Penerapan program Kaizen tetap akan berlanjut di tahun ini mengingat hasil yang berdampak positif bagi perusahaan, karyawan maupun nasabah.
 
Menurut dia, bukti Manulife Indonesia fokus pada nasabah juga terlihat dari jumlah klaim yang dibayar. Berdasarkan data per November 2019 lalu, Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp5,3 triliun (unaudited) atau setara dengan Rp15 miliar per hari atau Rp608 juta per jam kepada nasabah.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif