Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Foto: Medcom.id.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Foto: Medcom.id.

Pengawasan OJK di Kasus Jiwasraya Dipertanyakan

Ekonomi ojk Jiwasraya
Eko Nordiansyah • 09 Januari 2020 14:14
Jakarta: Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai peran pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) perlu dipertanyakan. Apalagi masalah ini berpotensi merugikan negara hingga puluhan triliun.
 
"Kenapa bisa terjadi malpraktik Jiwasraya? Karena terjadi pembiaran, karena pengawasan OJK longgar," kata dia kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Dirinya menambahkan kerugian Jiwasraya berawal dari investasi terhadap saham berkualitas rendah. Padahal produk JS Saving Plan menjanjikan return tinggi, sementara Jiwasraya harus mengalami kerugian akibat penempatan investasi yang tidak tepat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya ada keterlibatan direksi yang menyebabkan kerugian di Jiwasraya. Bahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya penyimpangan pada produk JS Saving Plan yang sejak 2015 memberikan keuntungan bagi perusahaan asuransi pelat merah itu.
 
"Dalam menindak direksi yang menempatkan dana kelolaan di aset berisiko tinggi seperti saham gorengan, OJK yang harus dimintai pertanggungjawaban," jelas dia.
 
Kasus Jiwasraya, lanjut Bhima, juga bisa berdampak negatif ke industri asuransi. Misalnya saja ketika ada agen asuransi yang menjual produk unit link disertai dengan paket asuransi plus investasi, maka akan banyak yang skeptis.
 
"Ini buat pasar asuransi Indonesia terganggu. Padahal pasar asuransi di Indonesia baru mencapai 6,6 persen, sisanya potensial belum tergarap optimal dari Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif