Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Insentif Fiskal untuk Penerbangan Murah Rampung

Ekonomi bisnis maskapai Tarif Tiket Pesawat
Desi Angriani • 12 Juli 2019 20:03
Jakarta: Pemerintah telah merampungkan insentif fiskal bagi maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) yang menerapkan diskon tiket sebesar 50 persen. Aturan itu berbentuk Peraturan Pemerintah (PP) yang memberikan kebebasan pengenaan PPN.
 
Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono menuturkan aturan itu sudah disetujui dan diteken oleh Presiden Joko Widodo.
 
"PP insentif fiskal sudah selesai dan sudah disetujui Presiden Jokowi," kata Susi dalam sebuah jumpa pers di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Susiwijono menambahkan PP yang disetujui tersebut merupakan revisi Peraturan Pemerintah yang mengatur impor dan penyerahan alat angkut tertentu dan penyerahan jasa kena pajak terkait alat angkut tertentu yang tidak dipungut pajak pertambahan nilai.
 
"Kami tanyakan ke Seskab, tinggal tunggu administrasinya," imbuh dia.
 
Menurutnya, kebijakan penurunan tarif tiket pesawat LCC domestik tidak memerlukan regulasi khusus seperti Peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian atau Peraturan Menteri Perhubungan. Sebab, kebijakan tersebut adalah bentuk kesepahaman dari semua stakeholder terkait dalam menyediakan penerbangan dengan harga terjangkau.
 
"Beban yang harus ditanggung sendiri, sekarang ditanggung bersama. Misal landing fee, parking fee," tambah dia.
 
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Persero Muhammad Awaluddin sebelumnya menyebut perusahaannya telah memberikan insentif kebandaraan seperti parking fee dan landing fee kepada Citilink dan Lion Air.
 
Saat ini, ada sebanyak 16 bandara di bawah naungan AP II yang memberlakukan insentif tersebut. "Kami siap dengan 16 bandara. Ini bisa jadi trigger kembali, yang kami harapkan membaik," kata dia dalam konferensi pers Senin, 8 Juli 2019.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi menyebut entitasnya akan berkontribusi menyiapkan 14 bandara untuk mendukung insentif fiskal tersebut. "Kami kontribusi terhadap program yang dijelaskan," kata Faik dalam kesempatan yang sama.
 
Adapun penerbangan murah diputuskan untuk jadwal keberangkatan Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 10.00-14.00 WIB bagi maskapai LCC domestik dengan tipe pesawat jet. Alokasi kursi pun hanya 30 persen dari total kapasitas pesawat tersebut.
 
Citilink menyediakan 62 penerbangan per hari (Selasa, Kamis, dan Sabtu) dengan total 3.348 seat. Sementara Lion Air Group menyediakan 146 flight per hari (Selasa, Kamis, dan Sabtu) dengan total 8.278 seat.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif