NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Pengusaha AS Minta Dukungan Tingkatkan Ekspor Baja

Ekonomi baja indonesia-as
Antara • 26 November 2019 09:14
Jakarta: Pengusaha asal Amerika Serikat, ATI Metals meminta dukungan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekspor baja, yang diproduksi mitranya di Morowali, Sulawesi Tengah, ke Negeri Paman Sam pada 2020.
 
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan permintaan itu disampaikan langsung perusahaan tersebut di sela kegiatan kunjungan kerjanya ke AS pada 16-21 November lalu. Jerry menjelaskan ATI Metals merupakan perusahaan AS yang sudah membangun kerja sama dengan Indonesia dengan basis produksi baja di Morowali, Sulawesi Tengah.
 
Perusahaan itu memproduksi komponen yang digunakan untuk industri pertahanan hingga energi. "Mereka menegaskan kembali bahwa komitmen kerja sama yang dibangun tetap akan dipertahankan dan mereka mohon dukungan ekspor tersebut agar bisa produksi secara masif," tuturnya, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 26 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jerry mengatakan peningkatan ekspor baja juga menjadi salah satu bahasan utama dalam pertemuannya dengan Departemen Perdagangan AS dalam rangkaian kunjungan kerjanya itu.
 
"Diharapkan ada (peningkatan ekspor). Itu memang jadi pokok materi pembicaraan kami waktu kami bertemu dengan US Department of Commerce. Kami minta terus ditingkatkan. Terkait isu kuota ekspor, volumenya kami minta itu dipertahankan dan tidak dibatasi," katanya.
 
Menurut Jerry industri baja telah menciptakan lapangan kerja tidak hanya di Indonesia, tapi juga di AS. Selain menghidupkan sektor lokal serta menyerap tenaga kerja, industri tersebut juga berkontribusi besar terhadap kinerja ekspor Tanah Air.
 
"Mereka juga menyambut karena mereka butuh, pasalnya baja yang kita kirim berkualitas dan bahkan dipuji Department of Defense untuk jadi bahan material yang sangat bagus untuk logistik dan alat karena bisa improve national security mereka," tukasnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan Muhri menjelaskan ATI Metals mengimpor 300 ribu ton slap baja per tahun dari Morowali dengan nilai USD600 juta.
 
Karena volumenya yang besar, ATI Metals berharap Pemerintah Indonesia bisa melobi Departemen Perdagangan AS untuk bisa menghapuskan tarif bea masuk 25 persen bagi produk baja asal Indonesia. Perusahaan itu berkilah Pemerintah Indonesia akan mendapat untung dengan dihapuskannya tarif bea masuk produk baja karena akan mendorong kinerja ekspor.
 
Di sisi lain, penghapusan tarif bea masuk juga menguntungkan bagi perusahaan tersebut karena bisa menekan biaya produksi. "Waktu pertemuan disampaikan bahwa mereka sangat berharap, juga didukung oleh kita, agar ada keuntungan di kedua pihak, baik pengusaha di AS maupun produsen di Indonesia," pungkas Kasan.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif