Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Kredivo Dapat Suntikan Dana Rp1 Triliun dari PermataBank

Ekonomi bank permata Kredivo
Nia Deviyana • 28 November 2019 11:17
Jakarta: Platform kartu kredit digital Kredivo bekerja sama dengan PermataBank dalam menyalurkan lini kredit sebesar Rp1 triliun pada nasabah Kredivo. Penyaluran lini kredit ini menjadi salah satu contoh kolaborasi antara bank nasional dengan financial technology (fintech).
 
Dengan menggabungkan keahlian bank dan fintech, PermataBank dapat mendiversifikasi loan book ke pelanggan yang lebih luas sementara Kredivo dapat terus menumbuhkan nilai transaksi dan loan book untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia yang belum tersentuh layanan keuangan.
 
Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan berkomitmen untuk melanjutkan misi keuangan inklusif yang berdampak pada peningkatan perekonomian negara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan PermataBank. Memiliki metrik risiko terbaik dan inovasi sebagai DNA, kami yakin bahwa lini kredit yang kami dapatkan akan mempercepat pertumbuhan dan memungkinkan kami melayani jutaan nasabah baru kedepannya," ujar Komisaris Kredivo Umang Rustagi, melalui keterangan resminya, Kamis, 28 November 2019.
 
Selain itu, ini menjadi titik tolak yang baik untuk bekerja sama dengan bank nasional terkemuka seperti PermataBank dalam menciptakan lebih banyak produk keuangan yang dirancang untuk konsumen generasi masa depan Indonesia.
 
Sementara itu, Direktur Ritel Perbankan PermataBank Djumariyah Tenteram mengatakan pertumbuhan fintech semakin berkembang pesat terutama untuk produk pinjaman tunai jangka pendek.
 
PermataBank melihat prospek yang positif dengan menjalin kolaborasi bersama Kredivo, sebagai perusahaan fintech yang dipercaya memiliki kredibilitas dan struktur manajemen risiko yang kuat di industri.
 
"Hal ini juga merupakan perwujudan komitmen PermataBank dalam memberikan pelayanan keuangan menyeluruh yang sederhana, cepat, andal dan inovatif, dan tentunya meningkatkan bisnis PermataBank di Indonesia," pungkasnya.
 
Laporan e-Conomy SEA 2019 yang dilakukan oleh Google dan Temasek pada akhir 2019 menyebut bahwa di Indonesia masih terdapat 92 juta penduduk dewasa yang belum tersentuh layanan finansial atau perbankan.
 
"Dengan demikian, kapasitas untuk menembus pasar dengan sangat cepat dengan pemanfaatan teknologi, kolaborasi antara fintech dan perbankan menjadi cara tercepat untuk mendorong inklusi sekaligus literasi keuangan," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif