Ilustrasi industri garmen. (FOTO: dok MI/Atet)
Ilustrasi industri garmen. (FOTO: dok MI/Atet)

Pengusaha Garmen Lokal Diuntungkan Perang Dagang

Ekonomi garmen Perang dagang
Annisa ayu artanti • 26 Juni 2019 12:26
Jakarta: Pemain garmen dalam negeri PT Golden Flower Tbk (POLU) mengakui kondisi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menguntungkan perusahaannya.
 
Presiden Komisaris Golden Flower Po Sun Kok mengatakan adanya perang dagang tersebut membuat barang-barang Tiongkok tersendat masuk ke pasar Amerika. Kondisi itu dimanfaatkan oleh perusahaan Indonesia yang berorientasi ekspor, termasuk Golden Flower yang bergerak di bidang industri garmen.
 
"Buat kita pengaruhnya positif. Buat kita trade war positif," kata Po Sun Kok di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Po Sun Kok menjelaskan sejauh ini hasil produksi garmen Golden Flower diekspor ke Amerika Serikat sebanyak 85 persen. Sisanya di ekspor ke Eropa, Kanada, Autralia, Afrika Selatan, Jepang, dan pasar Asia.
 
Sebagai perusahaan yang berorientasi ekspor, Golden Flower memiliki target untuk dapat meningkatkan produksi. Saat ini Golden Flower memproduksi 700 ribu potong per bulan. Po Sun Kok berharap dengan memperbarui mesin dan meningkatkan efisiensi produksi bisa mencapai 900 ribu potong per bulan.
 
"Tentunya kita akan meningkatkan sampai 900 ribu. Mungkin tahun ini bisa sampai 900 ribu," sebut Po Sun Kok.
 
Lebih lanjut, adanya perang dagang ini juga meningkatkan optimisme perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangan. Komisaris perusahaan Luciana Po menambahkan sampai akhir tahun penjualan bisa meningkat 20 persen dari capaian tahun sebelumnya.
 
"Sekitar Rp530 miliar. Naik 20 persen. Laba bersih ikut naik," sebut Luciana.
 
Mengutip data perusahaan pada akhir 2018, terctaat penjualan sebesar Rp438,45 miliar atau naik tipis dari total penjualan perusahaan tahun sebelumnya senilai Rp437,76 miliar. Laba bersih 2018 sebesar Rp8,86 miliar meningkat dari Rp8,20 miliar di akhir Desember 2017.
 
Di tempat yang sama, Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo juga mengatakan perang dagang dapat memberikan peluang besar untuk perusahaan agar lebih berkembang di kancah internasional. Bambang mendorong kinerja ekspor bisa lebih ditingkatkan lagi supaya bisa meningkatkan cadangan devisa.
 
"Saya dorong produksi terus ditingkatkan terutama untuk pasar ekspor. Ekspor berikan kontribusi terbesar pada total pendapatan maka akan jadi bagian penting dalam bantu negara peroleh devisa," tukas Bambang.
 
"Saya sebagai ketua DPR berharap seluruh perusahaan di Indonesia mampu berorientasi pada ekspor," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif