Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Pimpinan Kadin dan Apindo Dinilai Layak Jadi Menteri Profesional

Ekonomi kabinet kerja
Ilham wibowo • 03 Juli 2019 18:51
Jakarta: Kalangan murni profesional dinilai masih sangat dibutuhkan mengisi jabatan kabinet kerja jilid dua Presiden Joko Widodo. Sektor ekonomi pun masih perlu fokus dikawal agar berlari kencang.
 
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan kalangan profesional menengah peran penting untuk bisa terus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Nama seperti Ketum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani dan Ketum Apindo Hariyadi Sukamdani pun dinilai cocok untuk bisa mengabdi pada negara melalui kendali menteri.
 
"Kami dari pelaku usaha ada beberapa seperti Ketum Kadin dan Ketum Apindo, semua itu menurut kami bisa dan layak menjadi salah satu menteri," kata Shinta ditemui di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sosok profesional lain dengan usia yang relatif muda seperti bos Go-Jek Nadim Makarim juga cocok dipilih untuk menjadi menteri. Menurut Shinta, Nadim memiliki rekam jejak yang mumpuni.
 
Nadim saya melihat figur yang sangat kuat dan kompeten, kalau mau berdedikasi untuk negara silahkan dan saya rasa luar biasa ada generasi muda seperti Nadim tapi porfolio mesti jelas apa yang mau diambil," ungkapnya.
 
Namun demikian tak menutup kemungkinan tokoh partai politik yang memiliki tingkat profesionalitas yang tinggi juga bisa dipilih. Nama yang dipilih harus bisa bersinergi kuat dengan kalangan swasta maupun antar instansi pemerintah.
 
"Partai politik bukan tidak ada profesional tapi garis bawahnya adalah profesional itu tadi jangan hanya dia itu harus dari Parpol atau tidak tapi harus profesional ini. Kalau parpol bisa mengajukan profesional yang terbaik di posisinya kenapa tidak," ungkapnya.
 
Shinta menekankan kabinet baru yang akan mulai bekerja pada Oktober 2019 ini mesti cakap dan siap menghadapi situasi eksternal dan internal. Koordinasi dan eksekusi menjadi penting menghadapi persaingan global di sektor ekonomi.
 
"Ini semua tidak boleh lagi salah waktu dan tempat, presiden sudah tahu harus lari dan cari tim yang solid siapa, ini jadi kunci," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif