?Indonesia-Taiwan Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran. (Foto:ist)
?Indonesia-Taiwan Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran. (Foto:ist)

Indonesia-Taiwan Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran

Ekonomi indonesia-taiwan
Husen Miftahudin • 15 Desember 2018 22:42
Jakarta: Indonesia-Taiwan menyatakan komitmen untuk meningkatkan perlindungan pekerja migran.
 
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei atau Indonesian Economic and Trade Office to Taipei (IETO) dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta atau Taipei Economic Trade Office (TETO) mengenai perekrutan, penempatan, dan perlindungan pekerja migran Indonesia.
 
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala IETO Didi Sumedi dan Kepala TETO John C. Chen. Serta disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri dan Menteri Tenaga Kerja Taiwan Hsu Ming Chun di Taiwan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lewat penandatanganan ini para pihak sepakat untuk mempromosikan kolaborasi bilateral dan pertukaran dalam hal pelatihan kejuruan, pengembangan keterampilan, bantuan kerja, startup untuk wanita, serta pembangunan kapasitas bagi disabilitas melalui platform organisasi internasional atau mekanisme kemitraan regional.
 
Hanif mengatakan penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi acuan kerja sama kedua belah pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pekerja migran Indonesia yang bekerja di Taiwan sehingga lebih terlindungi dan meningkat kesejahteraannya.
 
"Kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Taiwan dapat diperkuat dalam upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran yang bekerja di luar negeri serta mencegah masuknya pekerja migran ilegal yang unprosedural dan undocumented," ujar Hanif dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu, 15 Desember 2018.
 
Menurut Menteri Tenaga Kerja Taiwan Hsu Ming Chun, pekerja Indonesia punya kedisiplinan dan sopan santun yang baik. Jika ada permasalahan mengenai pekerja, dia berharap agar diselesaikan secara bilateral.
 
"Kami sangat ingin menjaga hubungan baik dengan Indonesia. Bagaimanapun juga kerja sama yang selama ini dibangun sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi," aku Hsu.
 
Namun Hsu menyarankan supaya calon pekerja migran asal Indonesia meningkatkan kompetensi bahasa terlebih dahulu sebelum datang ke Taiwan. "Setidaknya calon pekerja harus bisa memahami kata-kata dasar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari," tutur Hsu.
 
Nota kesepahaman berlaku untuk jangka waktu empat tahun sejak tanggal penandatanganan, dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama dari para pihak. Salah satu pihak dapat mengakhiri nota kesepahaman ini dalam masa berlakunya dengan memberikan pemberitahuan tertulis dan paling lambat tiga bulan sebelum tanggal berakhirnya nota kesepahaman.
 
Taiwan merupakan negara kedua yang menjadi tujuan pekerja migran Indonesia setelah Malaysia. Sejak Januari hingga Oktober 2018, tercatat sebanyak 60.408 pekerja migran Indonesia ditempatkan di Taiwan untuk bekerja di berbagai sektor, antara lain sektor domestik, manufaktur, dan perikanan.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif