Ilustrasi. (FOTO: dok Lazada)
Ilustrasi. (FOTO: dok Lazada)

Australia Kontrak Produsen Sepatu Ardiles Rp70,6 Miliar

Ekonomi kementerian perdagangan indonesia-australia industri alas kaki
Ilham wibowo • 06 Maret 2019 12:36
Jakarta: Produsen alas kaki PT Wangta Agung dari Indonesia mendapat kontrak kerja sama dengan Urban Footwear Pty Ltd dari Australia. Perjanjian bisnis ini senilai USD5 juta atau setara Rp70,6 miliar selama lima tahun.
 
Kesepakatan ini difasilitasi Pemerintah Indonesia melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Kementerian Perdagangan di Sydney. Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan Direktur PT Wangta Agung Lai Hermanto dan Managing Director Urban Footwear Pty Ltd, Nik Gauganovski yang disaksikan oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Sydney Heru Hertanto Subolo di kantor ITPC Sydney, Australia.
 
"Pemerintah Indonesia sangat mendukung pelaku usaha nasional untuk melakukan penetrasi dan perluasan pasar ke negara lain, khususnya Australia. Sebagai negara tetangga, kedekatan lokasi geografis antara Indonesia dengan Australia dapat meminimalisasi biaya logistik," kata Kepala ITPC Sydney Agung Haris Setiawan melalui keterangan resminya, Rabu, 6 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Urban Footwear Pty Ltd merupakan produsen sekaligus importir sepatu di New South Wales, Australia yangmemasok sepatu kelas menengah ke seluruh Australia, Selandia Baru, dan negara-negara Kepulauan Pasifik. Sementara PT Wangta Agung, mengekspor sepatu ke Australia melalui sistem produk Original Equipment Manufacturer (OEM).
 
Dengan sistem OEM, PT Wangta Agung memasok produk dengan menggunakan merek dagang perusahaan yang bekerja sama dengan Urban Footwear Pty Ltd.
 
"Sistem ekspor ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi PT Wangta Agung sebagai pemilik merek alas kaki Ardiles menuju ke pasar Australia, Selandia Baru, dan negara-negara Kepulauan Pasifik," kata Agung.
 
Konjen Heru menambahkan, ITPC Sydney dan Konjen RI Sydney akan selalu membantu kedua perusahaan dalam melakukan ekspor dan impor. Peningkatan nilai kontrak diharapkan bisa terus bertumbuh.
 
"Diharapkan dalam lima tahun ke depan, nilai kontrak antara kedua perusahaan dapat meningkat seiring dengan semakin banyaknya permintaan pasar Australia atau importir Urban Footwear Pty Ltd untuk produk sepatu buatan Indonesia di tingkat pengelola toko modern atau retailer di Australia," pungkasnya.
 
Berdasarkan data statistik yang sudah diolah Kementerian Perdagangan, ekspor alas kaki periode Januari-September 2018 senilai USD70 juta. Nilai ini naik 8,58 persen dibandingkan periode yang sama di 2017 yang senilai USD64 juta.
 
Kerja sama perdagangan ini sejalan dengan hubungan bilateral Indonesia dan Australia yang memasuki babak baru. Kedua negara sepakat menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) di Jakarta, pada Senin, 4 Maret 2019.
 
Penandatanganan tersebut dilakukan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia, Simon Birmingham dengan disaksikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. IA-CEPA memiliki semangat saling menguntungkan bukan saja dalam jangka pendek tapi juga jangka panjang.
 
Salah satu keuntungan IA-CEPA bagi Indonesia antara lain dihapuskannya bea masuk impor seluruh pos tarif Australia menjadi nol persen. Dari segi iklim investasi, IA-CEPA akan memberikan perlindungan investor yang lebih baik.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif