Investasi Hijau di Jakarta Diproyeksi Mencapai USD30 Miliar

Eko Nordiansyah 30 November 2018 15:41 WIB
investasi hijau
Investasi Hijau di Jakarta Diproyeksi Mencapai USD30 Miliar
Kepala Porgram Green Building IFC Indonesia Sandra Pranoto (kanan). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: International Finance Corporation (IFC) World Bank Group memperkirakan investasi hijau yang ramah lingkungan di DKI Jakarta akan mencapai USD30 miliar sampai dengan 2030. Jakarta menjadi satu dari enam kota di negara berkembang yang memiliki potensi untuk investasi terkait iklim.

"Peluang investasi, terutama di gedung-gedung hijau (ramah Iingkungan), kendaraan listrik, dan energi terbarukan," kata Kepala Porgram Green Building IFC Indonesia Sandra Pranoto di Gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

Dirinya menambahkan peningkatan investasi hijau di Jakarta didukung oleh Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 38 Tahun 2012 Tentang Bangunan Hijau. Aturan tersebut mengharuskan gedung baru ataupun gedung yang sudah ada untuk menjalankan prinsip ramah lingkungan.

"Pada 2030 Jakarta akan mempunyai pengurangan emisi CO2 dan air dari gedung-gedung sebesar 30 persen. Jakarta akan menjadi center of excellence, dalam hal ini di Indonesia. Di 2030, 100 persen gedung di Jakarta akan green dan 60 persen existing buildings juga harus green," jelas dia.

IFC mencatat ada potensi investasi ramah lingkungan sebesar USD29,4 triliun sampai dengan 2030 untuk enam kota di negara berkembang. Selain Jakarta, kota lain yang memiliki potensi investasi ramah lingkungan adalah Nairobi di Kenya, Mexico City di Meksiko, Amman di Yordania, Rajkot di India, dan Belgrade di Serbia.

Secara global, bangunan ramah lingkungan akan berpeluang investasi perbaikan iklim di perkotaan senilai USD24,7 triliun. Potensi investasi yang signifikan dapat dihasilkan dari transportasi rendah karbon seperti transportasi umum yang hemat energi sekitar USD1 triliun dan kendaraan listrik sekitar USD1,6 triliun.

Pada saat yang sama, energi ramah lingkungan memiliki potensi investasi USD842 miliar, air memiliki potensi bisnis USD1 triliun, dan limbah dapat menghasilkan investasi sebesar USD200 miliar. Sektor ini tetap merupakan komponen penting dari pembangunan kota yang berkelanjutan.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id