Tommy Soeharto Bangun Kembali Bisnis Goro
?Tommy Soeharto Bangun Kembali Bisnis Goro. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Hutomo Mandala Putra atau lebih dikenal dengan nama Tommy Soeharto kembali fokus mengembangkan bisnisnya di sektor retail. Multigrosir dengan nama Gotong Royong (Goro) yang sempat eksis dan bangkrut pada era 90-an itu kini beroperasi kembali.

Menggunakan nama GR-GORO, multigrosir yang dikelola sepenuhnya oleh PT Berkarya Makmur Sejahtera ini berada di kawasan Cibubur, tepatnya Jalan Altermatif Cibubur KM 5 Nanggrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Ketua Umum Partai Berkarya yang juga menjabat Komisaris Utama Goro ini langsung melakukan peresmian.

"Alhamdulillah kita bisa meresmikan multigrosir Goro hari ini di Cibubur dan ini adalah salah satu langkah pertama daripada Goro untuk dikembangkan di Indonesia," ujar Tommy dalam sambutannya, Rabu, 17 Oktober 2018.

Konsep Goro kali ini dibangun dengan memperkuat ekosistem kemitraan. Menurut dia, produsen hingga pembeli bisa langsung mendapat akses melalui skema penyerapan serta penyaluran produk. Rencananya, toko grosir yang berukuran lebih kecil bakal diajak kerja sama untuk penyaluran di tingkat eceran di daerah.

"Multigrosir ini fokus utamanya dilihat antara produsen dan konsumen dari industri dan pembeli. Di sini yang menarik adalah pembinaan toko Goro di daerah yang ukurannya sekelas minimarket, nanti kita akan kembangkan," ungkapnya.

Tommy menjamin produk yang dipasarkan sebagaian besar produk Usaha Kecil Menengah (UKM). MitraGORO juga dijanjikan bakal mendapatkan pembinaan mengelola pemasaran produk khas masing-masing daerah. Setelah berkembang, kata Tommy, produk bakal diserap kembali oleh Goro multigrosir dan disalurkan kembali ke toko Goro di daerah lain.

"Toko-toko Goro itu akan membina UKM di daerah masing-masing. Nanti misalnya UKM punya produksi berlebihan bisa disalurkan ke Goro. Arahnya nanti akan diambil oleh multigrosir Goro di daerah tersebut, kemudian ada yang menangani di daerah tersebut yang disalurkan lagi ke toko Goro di daerah lain," paparnya.

Harga yang ditawarkan kepada konsumen diklaim bakalan lebih murah. Tommy mengaku unit usahanya tak akan mengambil keuntungan berlebih dari kemitraan produk ini. Konsep Goro diyakini bakal diminati dan turut berperan dalam pengembangan produk lokal di Tanah Air.

"Memang kita akan membentuk ekosistem yang baik, saling terintegrasi, sehingga semuanya mempunyai nilai tambah untuk produsen maupun konsumen. Kami sebagai yang di tengah hanya mendapatkan keuntungan berupa fee, yang bisa mengumpulkan kedua belah pihak," ujarnya.

Meski telah melayani penjulan, Putra Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto ini masih merahasiakan total nilai investasi Goro. Ia optimistis target Goro yang saat ini masih menggunakan modal dari kocek sendiri itu akan hadir di seluruh Indonesia hingga wilayah pelosok.

"Yang penting hasilnya untuk masyarakat," tandasnya.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id