Illustasi. Dok;AFP.
Illustasi. Dok;AFP.

Transaksi Go-Pay Tumbuh 25 Kali Lipat

Ekonomi go-pay
Desi Angriani • 12 April 2019 05:31
Jakarta: Layanan keuangan digital Gojek, yang populer dengan nama Go-Pay, tercatat paling banyak digunakan di Indonesia. Hal ini tercermin dari pertumbuhan transaksi Go-Pay di luar layanan Gojek yang naik 25 kali lipat sejak pertama kali diluncurkan.
 
CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo mengatakan pertumbuhan signifikan tersebut menjadikan Go-Pay sebagai layanan uang elektronik yang paling banyak digunakan di Indonesia berdasarkan riset tiga lembaga.
 
Riset Financial Times Confidental (2018) menempatkan 75 responden memanfaatkan Go-Pay, Riset Daly Social & Jakpat (2018) menemukan bahwa Go-Pay menjadi uang elektronik terpopuler dengan 79 persen responden, serta Riset YouGov (2019) menyatakan 80 persen responden menggunakan Go-Pay.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keberhasilan Go-Pay memenangkan hati masyarakat Indonesia karena kami hadir menawarkan layanan komprehensif dalam keseharian masyarakat. Tidak hanya bagi pengguna, tapi juga bagi mitra pengemudi dan rekan usaha. Kami ada dari mulai bangun tidur, berangkat kerja, pesan makan siang hingga malam. Kami hadir di manapun, kapanpun," jelasnya dalam sebuah jumpa pers di Restoran Segarra, Ancol, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.
 
Saat ini, Go-Pay telah bermitra dengan 28 institusi keuangan, serta telah diterima di lebih ratusan ribu rekan usaha di 370 kota di Indonesia.
 
"Apa yang dicapai Go-Pay merupakan langkah awal dari mimpi-mimpi besar untuk bisa merangkul semua orang kepada layanan keuangan digital Go-Pay mengingat masih banyak masyarakat yang menggunakan uang tunai dalam kegiatan pembayaran," ungkap dia.
 
Founder dan Global CEO Go-Jek Nadiem Makarim, menambahkan dari sisi konsumen, kehadiran Go-Jek juga membantu mitranya menjadi lebih produktif. Hal itu sejalan dengan keberhasilan Go-Jek dalam mengembangkan platform super-app yang menghubungkan jutaan rakyat Indonesia. Setidaknya Gojek mengembangkan tiga super-app yang berbasis pada konsumen, UMKM dan pekerja.
 
"Jualan Go-Pay terus akan kita tambahkan agar ekonomi kita bisa didorong lewat mikro enterpreneur," tambahnya.
 
Adapun riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) 2018 mencatat kontribusi mitra GO-JEK kepada perekonomian Indonesia mencapai Rp44,2 triliun atau naik hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Kontribusi itu dihitung dari selisih pendapatan mitra sebelum dan sesudah bergabung dengan Go-Jek.
 
Angka tersebut baru dihitung dari empat layanan Go-Jek, yaitu Go-Ride, Go-Food, Go-Clean dan Go-Massage. Belum termasuk layanan Go-Send, Go-Shop, Go-Pay dan layanan lainnya. Sementara itu, Go-Jek mencatat pertumbuhan nilai transaksi sebesar USD9 miliar pada 2018 dengan total volume transaksi setahun mencapai USD2 miliar. Jumlah tersebut naik 13,5 kali lipat sejak 2016 lalu.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif