Menperin: Industri Jamu jadi Andalan Ekonomi Indonesia
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Semarang: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebutkan industri produk herbal, jamu, kosmetik, dan farmasi merupakan salah andalan penguatan ekonomi Indonesia. Diharapkan industri ini bisa terus tumbuh secara maksimal dan nantinya berkontribusi positif terhadap perekonomian Tanah Air.

"Pertumbuhan sektor ini dua kali dari sektor ekonomi rata-rata," kata Airlangga, saat meresmikan perluasan pabrik cairan obat dalam (COD) dan peluncuran produk kapsul PT Sido Muncul, di Ungaran, Kabupaten Semarang, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 26 Oktober 2018.

Menurut dia Sido Muncul merupakan satu dari sekian banyak industri yang diharapkan bisa memperkuat devisa dan perekonomian dengan menyasar pasar domestik sekaligus ekspor. Sebagai produk berpasar domestik, substitusi impor, dan sebagian produknya juga diekspor.

Ia menilai Sido Muncul sudah menjadi perusahaan jamu yang transparan, terbuka, modern, dan tata kelolanya baik. "Sido Muncul mempekerjakan lebih dari 4.000 karyawan dan kali ini dengan nilai investasi hampir Rp900 miliar. Selain itu, Sido Muncul juga sudah melantai di bursa," tuturnya.

Dirinya mengakui industri jamu memang menjadi prioritas dari era Industri 4.0, sebagai bagian dari sektor kimia, selain sektor automotif sehingga terus didorong menjadi industri unggulan.

Dengan pabrik baru COD yang menerapkan proses automasi dalam proses produksinya, mulai bahan baku hingga pengemasan tidak terdapat intervensi manusia, lanjut dia, Sido Muncul mampu menjawab tantangan era Industri 4.0.

"Pasar internasional juga sudah masuk, negara ASEAN, dan negara-negara maju juga sudah masuk juga. Ini jadi salah satu industri herbal yang mampu membuka ujung tombak pasar internasional," pungkas Airlangga.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id