Wakil Presiden Jusuf Kalla. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

JK: Industri 4.0 Harus Ditanggapi dengan Cepat

Ilham wibowo • 15 April 2019 12:09
Tangerang: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan perkembangan teknologi turut mempengaruhi sektor manufaktur yang kini memasuki era 4.0. Perubahan zaman juga menuntut adaptasi yang cepat dalam pertumbuhan ekonomi.
 
"Perubahan terjadi (sektor industri) harus ditanggapi dengan cepat," ujar Kalla saat membuka membuka acara Indonesia Industrial Summit (ISS) 2019, di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang, Senin, 15 April 2019.
 
Cepatnya perkembangan teknologi saat ini juga tidak bisa dihindari di berbagai level pekerjaan. Upaya yang bisa dilakukan hanyalah dengan cara memanfaatkan kehadiran perkembangan dengan baik.

"Kemajuan teknologi telah mengubah baik cara kita berproduksi, cara kita berperilaku, dan hubungan sosial kita semua," ungkapnya.
 
Perkembangan teknologi menuju arah digital membuat para pekerja mulai khawatir. Sebab, banyak kalangan yang menyebut Sumber Daya Manusia (SDM) akan digantikan oleh kecanggihan mesin otomatis.
 
Kalla berpendapat kehadiran teknologi tidak akan menggantikan peran manusia. Bahkan, akan ada ada pekerjaan baru yang juga bisa tercipta.
 
"Memang setiap waktu penuh dengan perubahan tapi bukan berarti kita kehilangan pekerjaan tapi menghasilkan pekerjaan baru," ujarnya.
 
Contohnya pada industri telekomunikasi. Awal mula hadir sambungan telepon bermunculan bisnis yang dikenal dengan warung telepon (wartel). Lapangan pekerjaan untuk penjaga lapak Wartel pun banyak terbuka.
 
"Dulu ada wartel banyak pekerjaan penjaga wartel. Begitu wartel hilang muncul penjual-penjual pulsa," ungkapnya.
 
Contoh lainnya aktivitas di pelabuhan. Tenaga kerja saat ini terus terserap meski peti kemas kini telah digantikan menggunakan kontainer dan mesin.
 
"Begitu juga pelabuhan, dulu pelabuhan dengan kapal biasa diisi oleh pekerja pelabuhan setelah kontainer pekerjaan operator banyak," kata Kalla.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan