Illustrasi. Ant/Muhammad Adimaja.
Illustrasi. Ant/Muhammad Adimaja.

AP II Kelola Bandara Jenderal Besar Soedirman

Ekonomi angkasa pura 1
Arif Wicaksono • 19 November 2017 15:35
Tangerang: PT Angkasa Pura II (Persero) bersama dengan sejumlah pihak pada hari ini menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait pengelolaan dan pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah.
 
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Pemkab Purbalingga Tasdi, Kepala Staf TNI AU yang diwakili oleh Asisten Logistik Marsekal Muda TNI Yadi Husyadi, dan Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto.
 
MoU ini merupakan langkah awal bagi seluruh pihak dalam bekerja sama guna menghadirkan penerbangan sipil di Bandara Jenderal Besar Soedirman sehingga mendukung perekonomian, perdagangan, dan pariwisata serta memperluas konektivitas udara bagi masyarakat di Provinsi Jawa Tengah khususnya Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"AP II menyambut baik terlaksananya MoU di antara para pemangku kepentingan di Bandara Wirasaba ini. Secara umum, melalui MoU ini maka para pihak melakukan pembahasan lebih detail terkait dengan pengelolaan dan pengembangan Bandara Wirasaba oleh AP II, yang di mana saat ini TNI merupakan kuasa pengguna barang milik Negara tersebut atau pemilik sebagai pemilik lahan eksisting," tutur Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam rilisnya, Minggu, 19 November 2017.
 
Dia melanjutkan AP II telah memiliki sejumlah rencana pengembangan guna memaksimalkan potensi yang dimiliki Bandara Jenderal Besar Soedirman guna berperan dalam kemajuan Provinsi Jawa Tengah.
 
Adapun sejumlah rencana yang diusulkan tersebut adalah pengembangan landas pacu atau runway dari existing 850 m x 50 m menjadi 2.000 m x 45 m dan pembangunan terminal penumpang pesawat seluas 2.000 m2.
 
Hal ini untuk mengakomodir penerbangan Boeing 737 series atau Bombardier serta melayani sekitar 200 ribu penumpang per tahun. Pengembangan ini direncanakan akan dimulai awal 2018 sampai dengan 2019 dengan estimasi biaya pengembangan sebesar Rp320 miliar.
 
Bandara Jenderal Besar Soedirman sebagai salah satu Pangkalan Udara TNI AU memiliki lokasi yang cukup dekat dengan Banyumas, Cilacap, Kebumen, dan Wonosobo.
 
Adapun Banyumas dengan Ibu Kota Kabupaten Purwokerto selain merupakan pusat perdagangan di Jawa Tengah bagian barat juga memiliki destinasi wisata Baturaden, Puncak Gunung Slamet, dan air terjun di Curug Cipendo. Sementara itu, Cilacap memiliki tempat wisata pantai Teluk Penyu, Kebumen dengan wisata alam Goa Jatijajar, dan Wonosobo merupakan tempat wisata telaga warna serta candi di Dataran Tinggi Dieng.
 
"Difungsikannya Bandara Jenderal Besar Soedirman untuk melayani penerbangan sipil akan mendorong peningkatan industri dan dapat lebih memperkenalkan destinasi-destinasi wisata di Jawa Tengah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara," jelas Awaluddin.
 
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sangat berterima kasih pada seluruh pihak atas terlaksananya penandatangan MoU ini.
 
"Kami harap ini merupakan langkah awal komitmen kita untuk menjadikan Bandara Jenderal Besar Soedirman sebagai salah satu faktor atau trigger untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di daerah Jawa Tengah," jelas dia.
 
 
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif