Pabrik Semen Indonesia. MTVN/Dian IS.
Pabrik Semen Indonesia. MTVN/Dian IS.

Semen Tonasa Alokasikan Belanja Modal Rp600 Miliar

Dian Ihsan Siregar • 21 Mei 2016 16:35
medcom.id, Makassar: PT Semen Tonasa mengalokasikan dana belanja modal (capex) sebesar Rp500-600 miliar di 2016. Dana ini akan difokuskan untuk pengembangan operasional perseroan.
 
Direktur Produksi Semen Tonasa Joko Sulistiyanto menerangkan sebagian besar dana ini akan dialokasikan untuk pengembangan operasional semata, seperti pengantongan semen (packing plant) dan kapasitas di internal.
 
"Kita melihat kondisi pasar. Untuk operasional saja, pengembangan sifatnya packing plant tapi ‎bukan yang besar, untuk kapasitas di internal juga," tutur Joko, seperti ditulis Sabtu (21/5/2016).

Joko mengakui memang ada investasi packing plant untuk pabrik Semen Tonasa V pada tahun lalu. Namun, dalam lima tahun mendatang belum ada investasi yang besar untuk pembangunan packing plant.
 
"Kita lihat situasi pasar seperti apa. Karena kondisi makro seperti itu, maka akan kita pilih-pilih yang urgent untuk mendapatkan persetujuan penggunaan. Kalau tahun lalu ada Tonasa V. Makanya, tahun ini sampai 2020 belum ada karena belum ada yang strategis," terang Joko.
 
Dana capex, Joko mengakui, berasal dari dari dana internal perusahaan. Jika tidak mencukupi dana itu akan diperoleh dari pinjaman perbankan.
 
Pada kesempatan yang sama Direktur Utama Semen Tonasa Unggul Attas‎ menerangkan, perseroan menganggarkan dana investasi sebesar Rp100-120 miliar untuk packing plant.Namun, ada juga pembangunan tempat packing plant yang hanya membutuhkan Rp70 miliar.
 
‎"Packing plant (investasi) Rp100-120 miliar. Tergantung juga dalam suatu daerah, kita juga pernah buat Rp70 miliar," papar Unggul.
 

‎Tunda Pabrik Baru 
 
Semen Tonasa Alokasikan Belanja Modal Rp600 Miliar

 
pabrik semen indonesia di Tuban
 
Unggul menambahkan, perseroan belum mempunyai rencana pembangunan pabrik semen baru hingga 2020. Pasalnya, demand dan supply semen pada saat ini tidak berimbang, sehingga perseroan lebih baik menahan diri pada saat ini.
 
"Melihat peningkatan demand dan supply. Kita sudah punya jangka panjang. Dua tahun belakangan ini meleset yg biasa 6 persen tidak tumbuh, itu mempengaruhi investasi kita. Semen Tonasa fokus pada peningkatan kapasitas, tentu dalam rangka memenuhi kebutuhan khusus," pungkas Unggul.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan