Suasana di dalam helikopter (Foto: dokumentasi Whitesky Aviation)
Suasana di dalam helikopter (Foto: dokumentasi Whitesky Aviation)

Helikopter Bisa Jadi Alternatif Transportasi Hadapi Kemacetan

Ekonomi transportasi helikopter
Angga Bratadharma • 20 Desember 2016 12:26
medcom.id, Jakarta: PT Whitesky Aviation menilai penggunaan moda transportasi seperti helikopter bisa menjadi alternatif layak untuk digunakan oleh masyarakat sekarang ini. Di tengah keterbatasan transportasi Indonesia, helikopter bisa menjadi pengalaman baru dan menjadi harapan bagi transportasi antarkota di Tanah Air.
 
Marketing and Business Development Director Whitesky Aviation Ari Nurwanda mengatakan, perjalanan menggunakan helikopter akan menjadi tren ke depan karena masyarakat sudah dihadapkan dengan kemacetan parah di berbagai kota besar di Indonesia. Dalam hal ini, helikopter bisa menjadi moda transportasi alternatif.
 
"Perjalanan yang cepat, nyaman, dan aman dengan helikopter menjadi alternatif layak untuk digunakan oleh masyarakat. Saat ini helikopter sudah dinikmati oleh berbagai kalangan tidak hanya orang yang berkantong tebal saja," kata Ari, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (20/12/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada liburan akhir 2015 lalu volume kendaraan di Tol Cipali meningkat hampir 150 persen. Kemacetan panjang juga dialami oleh pengendara yang melewati tol Jagorawi menuju Bandung. Waktu tempuh Jakarta–Bandung yang normalnya hanya antara 3-4 jam, harus ditempuh hingga belasan jam lamanya.
 
Kemacetan saat menjelang liburan memang selalu meningkat sekian kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. Meskipun sebenarnya kemacetan sudah cukup akrab bagi warga yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, seperti kota di Jabodetabek maupun Bandung.
 
Agus Puji M. Eng dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pernah menyebutkan beberapa indikator penyebab kemacetan di beberapa kota metropolitan di Indonesia. Kawasan Jabodetabek, misalnya, di balik pertambahan jalan termasuk jalan tol sebesar satu persen per tahun tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan yang 11 persen per tahun.
 
Kemudian dari rata-rata tujuh juta penduduk Jabodetabek yang melintas jalan raya, terdapat tiga juta lebih yang menggunakan kendaraan pribadi. Hal yang kurang lebih sama juga di alami oleh Bandung. Pertambahan penduduk sebesar 1,16 persen per tahun sejalan dengan pertumbuhan kendaraan pribadi.
 
Setiap akhir pekan ada kurang lebih 22 ribu kendaraan pribadi dari Jakarta yang masuk ke Bandung. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pernah menyatakan bahwa setiap akhir pekan ada kurang lebih tiga juta warga Jakarta yang datang ke Bandung.
 
Kemacetan panjang tentu sangat menguras stamina dan kesabaran. Belum lagi waktu yang terbuang di jalan, padahal liburan tersebut bertujuan untuk membuang penat setelah bekerja. Hal tersebut tentu meninggalkan pertanyaan, bagaimana untuk bisa pergi ke Bandung dengan nyaman dan cepat bagi warga yang tinggal di Jakarta.
 
"Perjalanan yang cepat, aman, dan nyaman menggunakan helikopter jadi alternatif untuk digunakan oleh masyarakat," ujar Ari, seraya menambahkan bahwa tentu saja ini akan bisa mengakomodasi keluarga yang ingin berlibur, atau rombongan kecil yang akan berlibur bersama.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif