medcom.id, Jakarta: PT Bank Central Asia (BCA) Tbk menilai kebijakan Bank Indonesia (BI) melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Primer tidak banyak berdampak bagi bank itu sendiri.
Direktur Konsumer BCA Henry Koenaifi mengatakan, sebenarnya kebijakan menurunkan GWM Primer menjadi 7,50 persen merupakan upaya yang bagus. Kebijakan tersebut berpengaruh pada likuiditas perbankan menjadi longgar.
"Ya otomatis pada peningkatan likuiditas," ujar Henry saat ditemui di Marketerrs Mark Plus, di Gedung 88 Kasablanka, Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Namun dia menilai penurunan GWM Primer tersebut tidak banyak begitu pengaruh. Dalam hal ini, Ia mengatakan rasio Loan to Deposit Rasio (LDR) masih cukup bagus sekitar 75 persen.
"Pengaruh tidak banyak, sebab LDR tidak tinggi sekitar 75 persenlah," imbuhnya.
Seperti diketahui sebelumnya, BI telah menurunkan GWM Primer dalam rupiah dari delapan persen menjadi 7,50 persen. Upaya ini dinilai sebagai langkah melonggarkan kebijakan moneter.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan