Semen Indonesia suntikkan dana ke anggota Paguyuban Bakul Belanja Keliling Rembang. (FOTO: dokumentasi Semen Indonesia)
Semen Indonesia suntikkan dana ke anggota Paguyuban Bakul Belanja Keliling Rembang. (FOTO: dokumentasi Semen Indonesia)

Putus Rantai Kemiskinan, SMGR Suntik Modal ke Pedagang

Ade Hapsari Lestarini • 15 September 2016 18:51
medcom.id, Jakarta: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menyuntikkan dana sebesar Rp3 juta kepada pedagang sayur keliling yang tergabung dalam Paguyuban Bakul Belanja Keliling Rembang (PB2KR).
 
Perseroan telah melakukan pemberdayaan terhadap 60 pedagang sayur keliling yang ada di Kabupaten Rembang. Program ini dilakukan dengan mekanisme pemberian suntikan modal dengan bunga sangat ringan sehingga tidak lagi mengandalkan keberadaan rentenir di pasar.
 
Koordinator sekaligus pendiri PB2KR, Lienda Setyowati mengungkapkan, besaran modal yang disuntikan oleh PT Semen Indonesia adalah Rp3 juta setiap bakul. Modal tersebut umumnya digunakan oleh bakul untuk membesarkan usaha mereka.

"Modal itu memang dari Semen Indonesia, pencairannya melalui Bank Mandiri. Setiap bakul mendapatkan bantuan modal Rp3 juta dengan jangka waktu pelunasan selama 18 bulan," ungkap Lienda, saat acara PB2KR dengan Semen Indonesia, seperti dikutip dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (15/9/2016).
 
Menurut dia, dalam perjalanannya angsuran pengembalian modal yang dilakukan oleh semua bakul berjalan baik. Aaat ini angsuran pengembalian modal itu sudah memasuki bulan ke-11 dan belum ada bakul yang telat membayar angsuran.
 
"Saya dulu merasa kasihan melihat banyak ibu bakul belanja keliling di Rembang yang sering terjerat rentenir. Maka di 2015 lalu saya berinisitatif membuatkan mereka wadah paguyuban dan mencarikan modal pengembangan usaha. Akhirnya hal itu difasilitasi oleh PT Semen Indonesia," ujarnya.
 
Seorang tukang bakul sayur anggota PB2KR asal Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori, Harti menyebutkan, sebelum mendapatkan kucuran dana dari Semen Indonesia ia hanya membuka usaha toko kecil-kecilan di rumahnya. Namun setelah mendapatkan modal dari PT Semen Indonesia, ia memutuskan untuk berjualan sayur keliling hingga sekarang. Keuntungan dari usaha itu yang membuatnya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk pendidikan anaknya.
 
Kepala Departemen CSR Semen Indonesia Wahjudi Heru menambahkan, perusahaan tidak menutup kemungkinan memberikan suntikan modal lagi dengan jumlah lebih besar kepada bakul sayur. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan perusahaan, ternyata suntikan modal tersebut memberikan dampak positif dan berkesinambungan. Ia juga mengapresiasi bakul binaan tersebut dalam pengelolaan permodalan.
 
"Jika memang modal itu bisa dikembalikan tepat waktu, maka akan kami ajukan lagi bantuan modal untuk mereka. Modal mereka bisa ‘naik tingkat’ dengan jumlah lebih besar. Jika perlu suatu saat bakul akan kami fasilitasi pelatihan pengelolaan keuangan untuk pengembangan bisnis mereka," pungkasnya.
 
Pihaknya pun berharap melalui pemberdayaan ini akan dapat meningkatkan kinerja pelaku usaha, sehingga mampu bersaing dan berprestasi, mampu bersinergi memberi kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, dan pada akhirnya akan mampu memutus mata rantai kemiskinan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan