medcom.id, Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyalurkan kredit sebesar Rp335,6 triliun di kuartal I-2015, atau tumbuh tipis 5,8 persen dari posisi outstanding portfolio kredit sebesar Rp317,2 triliun di kuartal I-2014.
"Penurunan aktivitas bisnis telah memperlambat pertumbuhan kredit pada kuartal I tahun ini dibandingkan periode yang sama di 2014," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, ketika ditemui saat konferensi pers kinerja kuartal I-2015 Bank BCA, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (29/4/2015).
Menurut Jahja, keseluruhan portofolio kredit terdiversifikasi dengan kredit korporasi yang mencapai 32,5 persen dari total portofolio. Sementara kredit komersial dan UKM dan konsumer masing-masing tercatat sebesar 40,1 persen dan 27,4 persen dari total portofolio kredit.
Kredit korporasi naik 2,9 persen menjadi Rp109,2 triliun. Tingginya pelunasan kredit korporasi di kuartal I-2015 telah mendorong outstanding kredit pada 31 Maret 2015, lebih rendah dibandingkan posisi di akhir 2014.
Sementara itu, kredit komersial dan UKM meningkat 8,3 persen menjadi Rp134,4 triliun yang mendukung pertumbuhan keseluruhan portofolio kredit. Kredit konsumer meningkat 5,6 persen jadi Rp92 triliun.
"Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh tipis 3,6 persen menjadi Rp54,8 triliun, sedangkan kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 6,9 persen jadi Rp28,7 triliun.
Jahja menambahkan, untuk outstanding kartu kredit sudah mencapai Rp8,5 triliun di akhir Maret 2015. Angka raihan tersebut meningkat sebanyak 16,3 persen di kuartal I-2015.
"Rasio kredit bermasalah (NPL) per Maret 2015 tetap berada pada level yang rendah sebesar 0,7 persen dengan rasio cadangan kerugian kredit sebesar 297,6 persen," pungkas Jahja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News