Ilustrasi sirkuit MotoGP. FOTO: MI/Panca Syurkani.
Ilustrasi sirkuit MotoGP. FOTO: MI/Panca Syurkani.

Cara Kemenpar Atasi Kekurangan Jumlah Hotel saat Event MotoGP

Ekonomi pariwisata hotel kek mandalika motogp indonesia
Nia Deviyana • 14 Oktober 2019 16:04
Jakarta: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimistis pembangunan sirkuit Mandalika, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal rampung sesuai target pada 2021. Target tersebut harus terkejar lantaran Indonesia juga akan menjadi tuan rumah untuk ajang balap MotoGP.
 
Namun, di satu sisi, Kemenpar mengakui untuk jumlah hotel masih akan kurang untuk menampung tamu yang kemungkinan akan datang menonton perhelatan bergengsi tersebut.
 
"Untuk infrastrukturnya sudah bagus, sirkuit track-nya juga sudah kelihatan, tapi memang hotelnya agak lambat (pembangunannya)," ujar Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kemenpar Anang Sutono usai mengisi diskusi di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta Pusat, Senin, 14 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anang menuturkan ada beberapa kendala yang menyebabkan pembangunan hotel tidak bisa cepat, seperti pembebasan lahan dan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
 
"Kalau untuk hotel bintang 5 itu agak susah selesai dalam dua tahun. Tapi ini bukan berarti semua hotel (lambat), ada yang sudah selesai tapi enggak akan cukup menampung," tuturnya.
 
Dalam mengatasi masalah itu, Kemenpar melakukan strategi agar masyarakat ikut berpartisipasi membuka desa wisata yang menyediakan homestay.
 
"Kita kasih pelatihan ke masyarakat, kita rapihkan toiletnya, kita kasih standar operating prosedur (SOP), serta bagaimana sanitasi yang layak," ungkapnya.
 
Indonesia mendapat kontrak sebagai tuan rumah MotoGP dengan durasi lima tahun mulai 2021. Kontrak Promoter’s Agreement itu disepakati oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Cooperation (ITDC) dan Dorna sebagai penyelenggara MotoGP pada 28 Januari 2019 lalu.
 
Sirkuit Mandalika nantinya akan berkonsep sirkuit jalanan. Artinya, sirkuit ini dapat difungsikan sebagai jalan umum saat tidak digunakan untuk balapan. Sirkuit jalanan ini serupa dengan yang digunakan pada ajang balap Formula1 di Singapura dan Monaco.
 
Selain menjadi tuan rumah balap MotoGP, Mandalika juga mendapatkan kontrak untuk menggelar FIM Superbike World Championship (WSBK).
 
Pengembangan pariwisata di Mandalika diharapkan akan berdampak positif bagi daerah, di antaranya penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang serta tambahan investasi lokal sebesar USD150 juta. Selain itu, proyek ini juga ditargetkan menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang per tahun.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif