Ilustrasi proyek LRT Jakarta. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
Ilustrasi proyek LRT Jakarta. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.

BPTJ Wacanakan Pembangunan LRT ke Arah Puncak

Ekonomi lrt proyek lrt
Nia Deviyana • 19 November 2019 13:28
Jakarta: Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Bambang Prihartono mengungkapkan rencana jangka pendek, menengah, dan panjang dalam mengatasi keruwetan lalu-lintas di kawasan Puncak, Jawa Barat.
 
Adapun yang menjadi rencana jangka panjang pemerintah yakni menyediakan moda transportasi massal ke daerah tersebut.
 
"Jangka panjangnya angkutan massal ke daerah Puncak, yaitu kita bangun LRT mulai dari Baranangsiang. Di situ (Baranangsiang) akan dibangun Transit Oriented Development (TOD) kan, nanti dari Baranangsiang lewat Gadog, kemudian ke arah Puncak. Kenapa demikian? Karena sampai detik ini kita tidak punya angkutan massal ke arah Puncak," ujar Bambang saat ditemui di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara untuk jangka pendek dan menengah, pemerintah saat ini masih melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan menuju Puncak. Ke depan, pemerintah juga mewacanakan dibangunnya Jalan Poros Tengah Timur atau lebih dikenal dengan Puncak II.
 
"Tapi itu (Puncak II) kewenangannya (Kementerian) PUPR," kata dia.
 
Bambang menuturkan pembangunan kawasan Puncak tidak hanya berorientasi pada aspek transportasi modern, tetapi juga akan fokus pada aspek manusia.
 
"Jadi bukan hanya shifting antarmoda, tapi juga aksesibilitas. Sekarang kami lagi coba sistem kanalisasi supaya akses orang tidak terganggu," jelasnya.
 
Bicara kawasan Puncak, pemerintah mengusung tagline "Save Puncak" sebagai kawasan pariwisata. Sehingga targetnya bukan hanya memberikan dukungan di bidang transportasi, tetapi juga menjaga lingkungan kawasan tersebut tetap terpelihara.
 
"Jadi kalau bicara mengamankan Puncak, kita bicara daya dukung. Tidak hanya transportasi, tapi juga tata ruang, UMKM, dan bagaimana resapan air di sana tetap terpelihara dengan baik," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif