Gedung Kementerian Perindustrian. Foto: Setkab
Gedung Kementerian Perindustrian. Foto: Setkab

Pemerintah Uji Kesiapan 10 Perusahaan Terapkan Industri 4.0

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia Revolusi Industri 4.0
Nia Deviyana • 19 September 2019 08:31
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan uji coba implementasi perdana industri 4.0 kepada 10 perusahaan manufaktur nasional. Upaya strategis ini untuk memacu daya saing global dan menguji kesiapan transformasi ke era digital. Perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan bisa menjadi percontohan di Indonesia.
 
"Mereka mewakili lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan sesuai roadmap Making Indonesia 4.0," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara, melalui keterangan resminya, Kamis, 19 September 2019.
 
Adapun 10 perusahaan itu adalah PT Belindo International Carpet, PT Biggy Cemerlang, PT Paragon Technology and Innovation, PT Dharma Precision Tools, PT Sanken, PT Nutrifood, PT Niramas Utama, PT Globalindo, Suzuki Indomobil, serta PT Sunindo Adipersada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Kemenperin telah meluncurkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dalam rangkaian acara Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 pada April 2019 lalu. INDI 4.0 merupakan perangkat untuk mengukur kesiapan industri dalam bertransformasi menuju industri 4.0.
 
Sebagai tindak lanjut, Kemenperin melakukan penilaian INDI 4.0 terhadap 326 perusahaan industri. Hasilnya, sebanyak 166 perusahaan industri (50,92 persen) mendapat rentang skor 1-2, yang menunjukkan kesiapan awal implementasi industri 4.0.
 
Kemudian, 116 perusahaan industri (35,58 persen) meraih skor 2-3, yang menunjukkan kesiapan sedang. Berikutnya, 22 perusahaan industri (6,75 persen) memperoleh skor 3-4, yang menunjukkan telah menerapkan industri 4.0.
 
"Asesmen itu memberikan positioning industri di Indonesia terhadap kesiapan dalam bertransformasi menuju industri 4.0, sehingga pemerintah dapat membuat kebijakan dan program yang tepat dalam melakukan transformasi industri 4.0," papar Ngakan.
 
Berdasarkan penilaian INDI 4.0, Kemenperin juga memberikan bimbingan teknis transformasi industri 4.0 baik pada manager maupun engineer perusahaan industri.
 
"Tahun ini kami targetkan 500 orang manager dan engineer perusahaan industri untuk mengikuti bimbingan teknis transformasi industri 4.0 agar semakin banyak perusahaan yang melakukan transformasi industri 4.0," imbuhnya.
 
Ngakan menambahkan, pihaknya telah merumuskan pembentukan ekosistem industri 4.0. Ada lima poin mengenai manfaat dari ekosistem tersebut. Pertama, secara prinsip ekosistem industri 4.0 perlu dibentuk untuk proses akselerasi transformasi industri 4.0.
 
"Kemudian, beberapa pihak dapat lebih saling berkolaborasi satu sama lain untuk mengakselerasi proses transformasi industri 4.0," jelas dia.
 
Poin ketiga, mengenai demand dan supply antar pihak lebih dapat terhubung atau terkoneksi dengan adanya ekosistem industri 4.0. Selanjutnya, dapat memperbanyak expert lokal untuk mempercepat proses tranformasi industri sehingga lebih efektif dan efisien baik secara waktu maupun biaya.
 
Dan, poin kelima adalah pemerintah menginisiasi pembentukan ekosistem industri 4.0, dari hal-hal yang mudah dan dapat dikolaborasikan antar pihak dalam proses akselerasi transformasi industri 4.0.
 
Berkaca dari hasil perumusan tersebut, kami berinisiasi untuk membentuk ekosistem industri 4.0 yang kami sebut SINDI 4.0 (Ekosistem Indonesia 4.0)," pungas Ngakan.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif