Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto ; Medcom/Suci.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto ; Medcom/Suci.

Bahlil: Jika Masih Ribut soal Nikel, Tidak Cinta Indonesia

Ekonomi nikel
Ilham Pratama Putra • 31 Oktober 2019 17:53
Jakarta: Pemerintah dan pengusaha nikel sepakat untuk memutuskan larangan ekspor bijih nikel pada 29 Oktober 2019.
 
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyindir pengusaha yang masih mempertanyakan aturan itu.
 
"Nikel sudah beres. Kalau ada pengusaha yang masih ribut patut dipertanyakan rasa cintanya kepada negara,” kata Bahlil saat konferensi pers realisasi penanaman modal, di Gedung BKPM, Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia ekspor nikel bisa dimanfaatkan beberapa oknum yang akan merugikan negara. Oknum diduga menguntungkan diri sendiri dengan mengolah biaya angkut nikel yang tak sesuai ketetapan.
 
Sebelumnya, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini menambahkan bagi pengusaha nikel yang telah berkontrak dengan pembeli di luar negeri, Bahlil meminta agar pengusaha tersebut pintar-pintar mencari cara dan strategi untuk melakukan negosiasi dengan pembeli.
 
"Bisnis itu negosiasi, bisnis itu fleksibel. Ada 1.001 macam cara untuk negosiasi," jelas Bahlil.
 
Sejatinya, pelarangan ekspor akan dimulai pada awal Januari 202, sesuai revisi teranyar Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 11 tahun 2019. Namun, Menko Maritim Luhut B Pandjaitan mempercepat larangan tersebut menjadi, Selasa, 29 Oktober 2019.
 
Menurut Luhut, pemerintah memutuskan untuk menyetop sementara ekspor dalam bentuk dalam bentuk ore dikarenakan adanya kelebihan kuota. Semenjak pemerintah mempercepat larangan ekspor dari aturan awal yang akan dimulai di awal 2022 menjadi awal 2020, ekspor bijih nikel dengan kadar maksimal 1,7 persen telah melampaui kuota hingga tiga kali lipat.
 
"Jadi sementara kita evaluasi karena ada laporan yang kita dapat ekspor dari nikel ore itu sudah melampaui kuota sampai tiga kali lebih dari kuota yang ada," kata Luhut di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif