Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Kartu Kredit Digital Jadi Alat Pembayaran Terfavorit

Ekonomi kartu kredit ekonomi digital
Nia Deviyana • 10 Juli 2019 10:51
Jakarta: Pertumbuhan e-commerce dan media sosial berhasil mengubah perilaku masyarakat dalam membeli atau membayar barang dan jasa. Survei yang dilakukan platform kredit digital Kredivo menunjukkan, metode pembayaran menggunakan kartu kredit digital kian populer.
 
Survei diambil dari 1.110 responden dengan profil demografis beragam, menunjukkan bahwa hampir 80 persen responden memilih kartu kredit digital sebagai metode pembayaran yang paling digemari dibanding metode lainnya.
 
Adapun transfer bank memiliki porsi delapan persen, kartu kredit sebanyak enam persen, dan metode pembayaran lainnya (CoD, e-wallet dan debit) sebesar tujuh persen. Survei yang ditujukan untuk mengukur kepuasan pelanggan terhadap produk Kredivo ini dilakukan dengan bekerja sama dengan IDC (International Data Corporation), lembaga penelitian dan konsultasi terkemuka asal Amerika Serikat yang tersebar di 110 negara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebelum adanya kartu kredit digital seperti Kredivo, layanan kredit di e-commerce hanya ditawarkan oleh kartu kredit konvensional atau perusahaan mutifinansial. Namun, hanya sedikit orang yang bisa mendapatkan akses ke layanan tersebut karena kurangnya data skor kredit serta proses registrasi yang berbelit-belit dan memakan waktu lama," ujar Head of Marketing Kredivo Indina Andamari melalui keterangan resminya, Rabu, 10 Juli 2019.
 
Survei ini juga menunjukkan bahwa dipilihnya kartu kredit digital sebagai metode pembayaran terfavorit lantaran kemudahan dan kepraktisan saat digunakan bertransaksi. Sekitar 74 persen responden memilih faktor ini sebagai pertimbangan utama dalam memilih metode pembayaran terfavorit, diikuti oleh faktor bunga yang rendah sebesar 24 persen, dan masing-masing satu persen untuk faktor kemudahan mendaftar serta faktor limit yang tinggi.
 
"Kemudahan dan kepraktisan dari metode pembayaran ini dikarenakan kartu kredit digital telah didesain untuk melakukan transaksi dan checkout melalui smartphone. Setelah pengajuan disetujui, pengguna dapat berbelanja di merchant rekanan menggunakan limit kredit yang diberikan untuk membayar dengan fitur cicilan atau PayLater," papar Indina.
 
Melalui sistem terintegrasi, lanjut dia, pembayaran di e-commerce dapat diselesaikan dengan satu klik, tanpa harus memasukkan data sensitif atau berpindah ke aplikasi pembayaran lain. Hal ini diklaim Indina sebagai keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki oleh metode pembayaran lain seperti kartu kredit konvensional dan transfer bank.
 
Riset terbaru Google dan Temasek dalam laporan e-Conomy SEA 2018 menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia mencapai USD27 miliar atau sekitar Rp391 triliun. Angka tersebut menjadikan nilai transaksi ekonomi digital Indonesia menempati peringkat pertama di kawasan Asia Tenggara.
 
Namun, pertumbuhan tersebut tidak disertai dengan pertumbuhan infrastruktur sehingga masih banyak kendala saat bertransaksi secara digital. Hal ini ditunjukkan oleh tingkat cart abandonment yang tinggi di Indonesia, bahkan termasuk yang tertinggi di Asia.
 
"Salah satu penyebab utama dari tidak selesainya transaksi ini adalah friksi saat proses checkout di platform e-commerce. Kurangnya opsi layanan pembiayaan juga memperbesar hambatan mengingat angka penetrasi kredit di Indonesia hanya tiga persen," pungkas Indina.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif